Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Maret 2025 | 17.16 WIB

Hindari Berteriak: Dampak Buruk dan Cara Efektif untuk Menghentikannya

Ilustrasi berteriak. (Freepik) - Image

Ilustrasi berteriak. (Freepik)

JawaPos.com – Berteriak sering terjadi dalam interaksi sehari-hari. Namun, kebiasaan ini dapat mempengaruhi hubungan dan kesehatan emosional seseorang.

Berteriak merupakan tindakan berbicara dengan suara keras dan nada tinggi yang biasanya muncul akibat emosi yang tidak terkendali. Hal ini dapat muncul dalam berbagai situasi dan sering dianggap sebagai respons spontan.

Mengetahui dampak berteriak penting agar dapat menghindari kebiasaan ini. Selain itu, pemahaman yang baik akan membantu dalam membangun komunikasi yang lebih sehat dan efektif.

Berikut dampak buruk berteriak dan cara efektif untuk menghentikannya dilansir dari laman Psychologytoday oleh JawaPos.com, Sabtu (22/3):

1. Dampak Emosional

Suara yang meninggi dapat memicu sistem ancaman dalam tubuh. Ini menyebabkan peningkatan adrenalin dan kortisol, yang membuat seseorang berada dalam kondisi melawan, lari, atau membeku.

Akibatnya, respons emosional menjadi lebih intens dan sulit dikendalikan. Seseorang yang mengalami hal ini dapat menjadi lebih reaktif dan sulit berpikir jernih.

Peningkatan stres juga dapat mempengaruhi kesehatan fisik dalam jangka panjang. Mengendalikan respons emosional sangat penting untuk menjaga keseimbangan psikologis.

2. Pengaruh pada Hubungan

Interaksi yang melibatkan teriakan dapat menurunkan rasa percaya dan keamanan dalam hubungan. Keintiman emosional berkurang, menyebabkan keterbatasan dalam komunikasi serta kesulitan dalam menyelesaikan konflik secara konstruktif.

Orang yang sering menjadi sasaran teriakan dapat merasa tidak dihargai dan cenderung menarik diri. Hal ini juga dapat menciptakan siklus negatif dalam hubungan dimana kedua pihak semakin sulit berkomunikasi dengan baik.

Jika dibiarkan, kebiasaan ini dapat menimbulkan jarak emosional yang semakin dalam. Membangun komunikasi yang lebih tenang dan terbuka menjadi langkah penting dalam menjaga hubungan yang sehat.

3. Dampak pada Anak

Anak-anak yang sering mendengar teriakan dapat mengalami kecemasan, rasa malu, ketakutan, dan kesulitan dalam mengatur emosi. Jika terjadi secara terus-menerus, kondisi ini dapat memicu masalah perilaku serta mengganggu perkembangan psikologis.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore