Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Maret 2025 | 10.45 WIB

Mengenal 6 Tipe Kebohongan, Menurut Psikologi: Simak dan Ketahui Ciri-Cirinya

Dampak Berbohong bagi Orang yang Berbohong (cookie_studio/Freepik)

JawaPos.com -  Kebohongan adalah bagian tak terpisahkan dari interaksi manusia. Meskipun kita diajarkan untuk selalu jujur, kenyataannya, kebohongan sering muncul dalam berbagai bentuk dan alasan. Menurut psikologi, ada enam tipe kebohongan yang umum ditemui. Mari kita kenali masing-masing tipe dan ciri-cirinya.

Dilansir dari Forbes, sebuah studi pada tahun 2018, menggambarkan proses psikologis di balik kebohongan berdasarkan dua faktor, yakni untuk mendapatkan keuntungan tertentu bagi si pembohong dan sebagai motif agar dampak kedepan sesuai dengan yang diharapkan si pembohong. 

Para peneliti menemukan enam jenis kebohongan berdasarkan alasan yang menyebabkan orang tidak jujur:

  1. Kebohongan yang menguntungkan diri sendiri: Kebohongan ini diucapkan untuk memperoleh hasil positif bagi diri sendiri. Misalnya, orang yang mengklaim bahwa sejumlah uang yang ditemukan adalah miliknya sendiri.

  • Kebohongan yang ditujukan untuk melindungi diri sendiri: Kebohongan ini ditujukan untuk menghindari hasil negatif atau kerugian bagi diri sendiri. Misalnya, seoranng yang menyangkal telah menabrak mobil lain saat parkir. Padahal ada saksi yang melihat si pembohong memang menabrak mobil tersebut.

  • Kebohongan yang berorientasi pada respon orang lain: Kebohongan ini ditujukan untuk mendapatkan hasil positif atau mendapatkan keuntungan dari orang lain. Misalnya, berbohong kepada bos bahwa ia sedang sakit padahal sehat saja. Atau misal mengkambinghitamkan rekan kerja untuk mendapat atensi pribadi dari bos. 

    1. Kebohongan yang berorientasi untuk melindungi orang lain: Kebohongan ini diucapkan untuk melindungi orang lain dari kerugian atau akibat negatif. Misalnya, berbohong kepada orang tua bahwa dirinya baik-baik saja agar mereka tidak khawatir.

    1. Kebohongan yang menguntungkan Pareto: (sebagian besar orang)  Kebohongan ini diucapkan untuk menguntungkan pembohong dan orang lain. Misalnya, memalsukan hasil tugas kelompok agar mendapat nilai lebih baik.

    1. Kebohongan protektif Pareto: (sebagian besar orang): Kebohongan ini diucapkan untuk mencegah kerugian bagi diri sendiri dan orang lain. Misalnya, seorang manajer tim memberi tahu atasannya di tempat kerja bahwa mereka tidak dapat memenuhi tenggat waktu penting karena masalah teknis, alih-alih menyalahkan tim mereka karena tidak menyelesaikan tugas atau mengambil tanggung jawab pribadi.

    Itulah enam tipe dari kebohongan menurut psikologi. Memahami berbagai tipe kebohongan ini dapat membantu kita lebih waspada dalam interaksi sehari-hari dan mendorong komunikasi yang lebih jujur. Kejujuran adalah fondasi dari hubungan yang sehat dan saling percaya.

    Editor: Novia Tri Astuti
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore