
Ilustrasi perempuan dengan critical thinking dan overthinking. (Freepik)
JawaPos.com – Setiap insan tentu memiliki pola pikir dan cara berfikir yang berbeda-beda. Dari masa anak-anak hingga dewasa tentu setiap orang telah diajarkan agar bisa menjadi seseorang dengan memiliki pemikiran yang kritis.
Dengan begitu diharapkan mampu menyeimbangkan hingga membatasi sebuah sesuatu mana yang benar atau tidak. Namun, kerap kali sebagai manusia suka berfikiran yang berlebihan. Dalam artian suka takut akan kejadian yang belum terjadi.
Berikut lima perbedaan seseorang yang memiliki pemikiran kritis dengan orang yang suka berfikiran berlebihan seperti dikutip pada Hack Spirit.
1. Tujuan
Berpikir kritis: Memiliki tujuan yang jelas
Menurut para peneliti, pemikir kritis menggunakan beberapa teknik untuk memilih tindakan:
· Memahami hubungan antar ide
· Menentukan relevansi ide
· Mengidentifikasi kesalahan dalam penalaran
· Membenarkan asumsi, nilai, dan keyakinan
· Mengakui keterbatasan pribadi
· Menggunakan bukti untuk membuat keputusan
· Mendengarkan secara aktif
Berpikir berlebihan: Tidak memiliki tujuan jelas
Namun, jika terlalu banyak berpikir takutnya akan keluar dari jalur produktif dan terjebak dalam lingkaran pikiran negatif. Serta akan terus-menerus berada dalam siklus kekhawatiran, berjuang untuk memahami situasi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022