Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Maret 2025 | 16.49 WIB

Kenali 5 Perbedaan Critical Thinking dengan Overthinking, Mulai dari Segi Tujuan hingga Emosional

Ilustrasi perempuan dengan critical thinking dan overthinking. (Freepik) - Image

Ilustrasi perempuan dengan critical thinking dan overthinking. (Freepik)

JawaPos.com – Setiap insan tentu memiliki pola pikir dan cara berfikir yang berbeda-beda. Dari masa anak-anak hingga dewasa tentu setiap orang telah diajarkan agar bisa menjadi seseorang dengan memiliki pemikiran yang kritis.

Dengan begitu diharapkan mampu menyeimbangkan hingga membatasi sebuah sesuatu mana yang benar atau tidak. Namun, kerap kali sebagai manusia suka berfikiran yang berlebihan. Dalam artian suka takut akan kejadian yang belum terjadi.

Berikut lima perbedaan seseorang yang memiliki pemikiran kritis dengan orang yang suka berfikiran berlebihan seperti dikutip pada Hack Spirit.

1. Tujuan

Berpikir kritis: Memiliki tujuan yang jelas

Menurut para peneliti, pemikir kritis menggunakan beberapa teknik untuk memilih tindakan:

· Memahami hubungan antar ide

· Menentukan relevansi ide

· Mengidentifikasi kesalahan dalam penalaran

· Membenarkan asumsi, nilai, dan keyakinan

· Mengakui keterbatasan pribadi

· Menggunakan bukti untuk membuat keputusan

· Mendengarkan secara aktif

Berpikir berlebihan: Tidak memiliki tujuan jelas

Namun, jika terlalu banyak berpikir takutnya akan keluar dari jalur produktif dan terjebak dalam lingkaran pikiran negatif. Serta akan terus-menerus berada dalam siklus kekhawatiran, berjuang untuk memahami situasi.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore