Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Maret 2025 | 04.37 WIB

Dampak Pola Asuh Otoriter Pada Anak: Penghambat Proses Perkembangan Anak

Ilustrasi seorang anak sedang dimarahi orang tuanya (Freepik) - Image

Ilustrasi seorang anak sedang dimarahi orang tuanya (Freepik)

Jawapos.com - Pola asuh otoriter merupakan gaya pengasuhan yang menekankan ketegasan dan disiplin tinggi dalam mendidik anak. Meskipun ketegasan diperlukan untuk memberikan batasan yang jelas, penerapan pola asuh yang terlalu kaku dan tanpa ruang untuk komunikasi yang sehat dapat berdampak negatif pada perkembangan anak.

Dikutip dari laman Hello Sehat, terdapat berbagai dampak negatif dari penerapan pola asuh otoriter terhadap perkembangan anak. Berikut adalah penjelasan rinci mengenai dampak tersebut:

Anak Menjadi Agresif

Anak yang tumbuh di bawah pola asuh otoriter sering kali melihat kekerasan atau hukuman sebagai cara menyelesaikan masalah. Mereka mungkin meniru perilaku ini dalam interaksi dengan teman sebaya, saudara, atau bahkan di lingkungan sekolah. Sikap agresif ini bisa muncul dalam bentuk fisik, seperti memukul, atau verbal, seperti berkata kasar.

Kesulitan dalam Interaksi Sosial

Anak yang tidak diberikan kebebasan untuk mengekspresikan pendapat atau mengutarakan perasaan sering kali merasa canggung dalam interaksi sosial. Mereka mungkin merasa takut untuk berbicara, tidak tahu bagaimana menanggapi orang lain, atau kesulitan membangun hubungan yang sehat.

Tidak Mampu Membuat Keputusan

Karena terbiasa mengikuti aturan yang ketat tanpa diberi kesempatan untuk berpikir sendiri, anak bisa tumbuh menjadi individu yang ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Mereka cenderung takut melakukan kesalahan dan selalu mencari persetujuan dari orang lain sebelum bertindak, yang dapat menghambat kemandirian mereka.

Harga Diri Rendah

Kritik yang terus-menerus tanpa disertai apresiasi dapat membuat anak merasa tidak cukup baik atau tidak berharga. Mereka mungkin merasa bahwa apapun yang mereka lakukan selalu salah, sehingga tumbuh dengan perasaan tidak percaya diri dan takut gagal. Hal ini bisa berdampak pada kepercayaan diri mereka.

Cenderung Memberontak saat Dewasa

Anak yang tumbuh dalam lingkungan yang penuh dengan aturan ketat tanpa ruang untuk berpendapat bisa merasa terkekang. Ketika mereka mencapai usia dewasa dan memiliki lebih banyak kebebasan, mereka mungkin memberontak terhadap segala bentuk otoritas, baik itu dalam lingkungan kerja, keluarga, atau masyarakat. 

Kurang Berpikir Kritis

Jika sejak kecil anak hanya diperintahkan untuk mengikuti aturan tanpa diberi kesempatan untuk mempertanyakan atau memahami alasannya, mereka akan kesulitan mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Mereka mungkin terbiasa menerima informasi tanpa menganalisisnya terlebih dahulu.

Kesulitan Mengelola Emosi

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore