Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Februari 2025 | 22.39 WIB

8 Perilaku yang Menunjukkan Kebaikan Sudah Berubah Jadi Manipulasi, Menurut Psikologi

Ilustrasi – Tanda kebaikan berubah jadi manipulasi (karlyukav-freepik) - Image

Ilustrasi – Tanda kebaikan berubah jadi manipulasi (karlyukav-freepik)

JawaPos.com - Kebaikan adalah salah satu nilai yang dihargai dalam hubungan sosial, baik dalam pertemanan, keluarga, maupun lingkungan kerja. Namun, tidak semua kebaikan datang dari niat yang tulus.

Dalam beberapa kasus, seseorang bisa menggunakan kebaikan sebagai alat untuk memanipulasi orang lain demi keuntungan pribadi. Manipulasi semacam ini sering kali sulit dikenali karena dibungkus dengan sikap ramah, perhatian, atau kepedulian yang tampak nyata.

Jika tidak disadari, Anda bisa terjebak dalam hubungan yang merugikan secara emosional. Melansir Blog Herald, berikut adalah beberapa tanda bahwa kebaikan seseorang mungkin telah berubah menjadi bentuk manipulasi, menurut psikologi.

1) Kebaikan yang Berlebihan dengan Pamrih

Orang yang benar-benar baik tidak mengharapkan imbalan atas perbuatannya. Namun, ketika seseorang selalu memberikan bantuan tetapi kemudian menuntut sesuatu sebagai balasan, itu bisa menjadi tanda manipulasi.

Mereka mungkin berusaha membuat Anda merasa berhutang budi sehingga sulit menolak permintaan mereka di masa depan.

2) Selalu Setuju dengan Segala Hal

Seseorang yang selalu setuju dengan Anda, bahkan dalam situasi di mana pendapat berbeda seharusnya wajar, bisa jadi sedang memanipulasi.

Mereka mungkin berusaha mendapatkan kepercayaan dan kedekatan hanya untuk kemudian memanfaatkan Anda saat waktunya tepat. Kebaikan sejati mencakup kejujuran, bukan hanya mengikuti arus demi kepentingan pribadi.

3) Pujian Berlebihan

Memuji adalah cara yang baik untuk menunjukkan apresiasi, tetapi jika seseorang terus-menerus memberikan pujian berlebihan, itu bisa menjadi alat manipulasi.

Pujian yang tidak tulus seringkali digunakan untuk membuat Anda merasa nyaman dan lebih mudah menerima permintaan atau pengaruh mereka.

4) Sering Memposisikan Diri sebagai Korban

Orang yang manipulatif sering kali memainkan peran sebagai korban untuk mendapatkan simpati dan dukungan.

Mereka mungkin membesar-besarkan masalah atau menyalahkan orang lain agar Anda merasa kasihan dan terdorong untuk membantu mereka, bahkan jika itu merugikan diri Anda sendiri.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore