Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Februari 2025 | 22.41 WIB

Intip 8 Perilaku yang Ditunjukkan Pria Kaya dan Sukses untuk Merahasiakan Kesuksesannya Secara Finansial, Tak Mudah Pamer Harta

Ilustrasi pria sukses dan kaya. (Freepik) - Image

Ilustrasi pria sukses dan kaya. (Freepik)


JawaPos.com - Pria yang sukses secara finansial umumnya tidak banyak bicara tentang apa yang dimilikinya. Bahkan, mereka cenderung tidak pamer harta.
 
Bisa dikatakan, pengalaman hidupnya menuju sukses membuat mereka lebih sederhana. Bagi mereka, kesuksesan yang diraih tidak perlu dibicarakan. Biarkan hasil yang menunjukkannya sendiri. 
 
 
Jika dilihat berdasarkan psikologi, ada beberapa perilaku yang sering ditunjukkan pria sukses dan kaya. Dilansir dari Geediting pada Minggu (16/2), berikut delapan perilaku yang umum terjadi pada mereka.
 
 

1. Mengenakan Pakaian Sederhana dan Tidak Mencolok

Orang kaya yang memilih untuk merahasiakan kekayaannya sering kali tidak tertarik dengan pakaian bermerek yang mencolok. Mereka lebih mementingkan kenyamanan dan fungsionalitas dibandingkan dengan status sosial yang ditunjukkan melalui busana. 
 
 
 
Bahkan, beberapa miliarder terkenal seperti Mark Zuckerberg dan Warren Buffett lebih sering mengenakan pakaian sederhana seperti kaos polos dan celana jeans daripada pakaian desainer mahal.

Dalam psikologi, ini berkaitan dengan prinsip kepraktisan dan efisiensi, di mana mereka menghindari keputusan yang tidak perlu dalam kehidupan sehari-hari. Dengan berpakaian sederhana, mereka dapat menghemat waktu dan energi untuk fokus pada hal yang lebih penting.

2. Tidak Membagikan Kekayaan Mereka di Media Sosial

Orang yang kaya tetapi tidak ingin menarik perhatian biasanya tidak akan memamerkan kekayaannya di media sosial. Mereka lebih suka menjaga kehidupan pribadinya tetap tertutup dan tidak membiarkan orang lain tahu seberapa banyak harta yang mereka miliki.

Dalam psikologi, ini berkaitan dengan kebutuhan akan keamanan dan privasi. Mereka menyadari bahwa semakin banyak orang yang tahu tentang kekayaannya, semakin besar kemungkinan mereka menjadi target kejahatan atau permintaan bantuan finansial yang tidak diinginkan.

3. Tidak Terlalu Boros dalam Menghabiskan Uang

Meskipun mereka mampu membeli barang-barang mewah, mereka cenderung berhati-hati dalam pengeluaran. Mereka lebih suka mengalokasikan uang mereka untuk investasi atau pengembangan bisnis daripada membeli barang-barang yang hanya memberikan kesenangan sesaat.

Prinsip ini sering disebut sebagai frugalitas cerdas, di mana mereka membelanjakan uang berdasarkan kebutuhan, bukan keinginan. 
 
Dalam psikologi, ini juga berkaitan dengan pengendalian diri dan kepuasan yang tertunda, yang merupakan karakteristik orang-orang sukses secara finansial.

4. Berinvestasi daripada Membeli Barang Mewah

Alih-alih membeli mobil sport atau jam tangan mahal, mereka lebih memilih untuk menginvestasikan uang mereka dalam aset yang berkembang seperti properti, saham, atau bisnis. 
 
Mereka memahami konsep compound interest atau bunga majemuk, yang membuat uang mereka tumbuh lebih cepat seiring waktu. Menurut teori psikologi ekonomi, orang yang berpikir jangka panjang lebih cenderung sukses dalam mengelola keuangan mereka.
 
Mereka memahami bahwa membeli barang konsumtif tidak akan menambah nilai kekayaan mereka, tetapi justru dapat menggerusnya.

5. Menghargai Waktu Lebih dari Uang

Bagi orang kaya yang tidak suka pamer, waktu adalah aset paling berharga. Mereka lebih memilih membayar orang lain untuk mengerjakan tugas-tugas yang bisa menghemat waktu mereka, seperti membersihkan rumah atau mengelola dokumen administratif, agar mereka bisa fokus pada hal yang lebih produktif.

Dalam psikologi, ini berkaitan dengan teori preferensi waktu, di mana orang yang sukses memahami bahwa waktu yang dimanfaatkan dengan baik bisa menghasilkan lebih banyak uang, sementara uang yang dibuang percuma tidak bisa mengembalikan waktu yang sudah hilang.

6. Memilih Teman dengan Bijak dan Tidak Mencari Validasi dari Orang Lain

Orang yang sukses tetapi rendah hati cenderung memiliki lingkaran sosial yang terbatas. Mereka tidak merasa perlu untuk membuktikan diri atau mendapatkan validasi dari orang lain melalui kemewahan atau status sosial.

Menurut teori psikologi sosial, ini berkaitan dengan kemandirian dan harga diri yang stabil. Mereka tidak bergantung pada pengakuan orang lain untuk merasa berharga, melainkan lebih fokus pada tujuan mereka sendiri.

7. Memiliki Kebiasaan Hidup yang Sederhana

Banyak miliarder yang tetap menjalani kehidupan sederhana meskipun mereka memiliki banyak uang. Mereka mungkin tetap tinggal di rumah yang tidak terlalu besar, mengendarai mobil yang biasa saja, atau makan di tempat yang sederhana.

Dalam psikologi, ini berkaitan dengan kebiasaan yang sudah tertanam sejak sebelum mereka sukses. Orang-orang ini sering kali berasal dari latar belakang yang sederhana, dan meskipun kekayaan mereka bertambah, gaya hidup mereka tidak berubah drastis.

8. Fokus pada Pengembangan Diri daripada Kemewahan

Orang kaya yang memilih untuk merahasiakan kekayaannya lebih cenderung menginvestasikan waktu dan energi mereka untuk terus belajar dan berkembang. 
 
Mereka mungkin lebih suka membaca buku, mengikuti seminar, atau mengembangkan keterampilan baru daripada menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak memberikan nilai jangka panjang.
 
Dalam psikologi, ini berkaitan dengan growth mindset, yaitu pola pikir yang selalu ingin berkembang dan memperbaiki diri. Mereka memahami bahwa kekayaan bukanlah tujuan akhir, melainkan alat untuk mencapai kehidupan yang lebih bermakna.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore