Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 Juni 2026 | 01.54 WIB

10 Kebiasaan Sering Melekat pada Orang yang Tumbuh dari Kelas Menengah ke Bawah, Bahkan Setelah Menjadi Sukses

seseorang yang tumbuh dari kelas menengah ke bawah./Magnific/The Yuri Arcurs Collection - Image

seseorang yang tumbuh dari kelas menengah ke bawah./Magnific/The Yuri Arcurs Collection

JawaPos.com - Kesuksesan finansial sering dianggap mampu mengubah seseorang secara menyeluruh. Namun, berbagai penelitian dalam psikologi sosial, psikologi perkembangan, dan ilmu perilaku menunjukkan bahwa pengalaman masa kecil memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap cara seseorang berpikir, mengambil keputusan, dan memandang dunia.

Karena itu, banyak orang yang berasal dari keluarga kelas menengah ke bawah tetap membawa sejumlah kebiasaan tertentu hingga dewasa, bahkan ketika mereka telah mencapai kesuksesan yang signifikan.

Penting untuk dipahami bahwa kebiasaan-kebiasaan ini bukanlah kelemahan atau kekurangan. Justru dalam banyak kasus, kebiasaan tersebut merupakan bentuk adaptasi psikologis yang membantu seseorang bertahan dalam kondisi keterbatasan.

Dilansir dari Expert Editor pada Senin (8/6), terdapat sepuluh kebiasaan yang sering ditemukan pada individu yang tumbuh dalam lingkungan ekonomi sederhana, berdasarkan perspektif psikologi.

1. Sulit Menghilangkan Kebiasaan Menghemat Secara Berlebihan

Banyak orang yang pernah mengalami keterbatasan ekonomi memiliki kecenderungan untuk sangat berhati-hati dalam membelanjakan uang. Bahkan ketika penghasilan mereka sudah jauh meningkat, mereka tetap merasa tidak nyaman mengeluarkan uang untuk hal-hal yang dianggap tidak esensial.

Dalam psikologi, fenomena ini berkaitan dengan konsep scarcity mindset atau pola pikir kelangkaan. Pengalaman hidup dengan sumber daya terbatas membuat otak terbiasa memprioritaskan keamanan dan menghindari risiko kehilangan.

Akibatnya, seseorang mungkin masih membandingkan harga secara detail, mencari diskon, atau merasa bersalah setelah membeli barang mahal meskipun sebenarnya mampu membelinya.

2. Menyimpan Barang yang Sebenarnya Sudah Tidak Terpakai

Orang yang tumbuh dalam kondisi ekonomi sederhana sering diajarkan bahwa setiap barang memiliki nilai dan tidak boleh disia-siakan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore