Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 7 Juni 2026 | 03.05 WIB

Orang-Orang yang Sukses dalam Hampir Semua Hal yang Mereka Tekuni Biasanya Meninggalkan 8 Hal Ini Setiap Akhir Bulan Menurut Psikologi

seseorang yang sukses dalam hal yang ditekuni / foto: Magnific/jcomp - Image

seseorang yang sukses dalam hal yang ditekuni / foto: Magnific/jcomp

JawaPos.com - Kesuksesan sering kali dianggap sebagai hasil dari bakat, kecerdasan, atau keberuntungan. Namun, penelitian psikologi menunjukkan bahwa faktor yang lebih menentukan justru terletak pada kebiasaan sehari-hari dan kemampuan seseorang untuk mengevaluasi dirinya secara berkala.

Menariknya, orang-orang yang berhasil dalam berbagai bidang kehidupan—baik karier, bisnis, pendidikan, maupun hubungan sosial—bukan hanya fokus pada apa yang harus mereka lakukan. Mereka juga sangat sadar tentang apa yang perlu mereka tinggalkan.

Akhir bulan menjadi momen penting untuk melakukan refleksi. Ini adalah waktu ketika individu yang berprestasi meninjau kembali pola pikir, kebiasaan, dan perilaku yang tidak lagi mendukung tujuan mereka. Mereka memahami bahwa pertumbuhan bukan hanya tentang menambahkan hal-hal baru, tetapi juga melepaskan hal-hal yang menghambat.

Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (6/6), terdapat delapan hal yang biasanya ditinggalkan oleh orang-orang sukses setiap akhir bulan, berdasarkan prinsip-prinsip psikologi dan pengembangan diri.

1. Penyesalan yang Tidak Produktif

Setiap orang pernah melakukan kesalahan. Namun, orang yang sukses tidak menghabiskan waktu berlebihan untuk memikirkan kegagalan yang sudah terjadi.

Dalam psikologi, terlalu lama terjebak dalam penyesalan disebut sebagai rumination atau perenungan negatif yang berulang. Kebiasaan ini dapat meningkatkan stres, kecemasan, bahkan menurunkan kemampuan seseorang untuk mengambil keputusan secara efektif.

Di akhir bulan, mereka mengevaluasi kesalahan yang terjadi, mengambil pelajaran yang diperlukan, lalu melanjutkan langkah berikutnya. Mereka tidak membawa beban emosional yang sama ke bulan berikutnya.

Alih-alih bertanya, “Mengapa saya gagal?”, mereka lebih sering bertanya, “Apa yang bisa saya pelajari dari pengalaman ini?”

2. Target yang Sudah Tidak Relevan

Banyak orang menganggap konsistensi berarti terus mengejar tujuan yang sama tanpa perubahan. Padahal, psikologi tujuan (goal-setting psychology) menunjukkan bahwa tujuan yang tidak lagi relevan justru dapat menguras energi mental.

Orang-orang sukses secara rutin meninjau target mereka. Jika sebuah tujuan tidak lagi sesuai dengan prioritas, kondisi, atau visi jangka panjang mereka, mereka tidak ragu untuk mengubah atau menghapusnya.

Melepaskan target yang tidak relevan bukanlah tanda menyerah. Sebaliknya, itu adalah bentuk adaptasi yang cerdas terhadap perubahan.

Mereka memahami bahwa fokus adalah sumber daya yang terbatas. Semakin sedikit energi yang terbuang untuk tujuan yang tidak penting, semakin besar peluang untuk berhasil pada hal yang benar-benar bermakna.

3. Kebiasaan Kecil yang Menguras Energi

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore