
Ilustrasi- Pasangan yang overshare kemesraan di media sosial. (Freepik)
JawaPos.com - Di era media sosial, banyak pasangan yang gemar membagikan momen kebersamaan mereka secara daring.
Foto romantis, kata-kata manis, hingga kejutan kecil kerap diunggah untuk menunjukkan betapa bahagianya hubungan mereka. Namun, ada perbedaan antara berbagi secukupnya dan overshare atau membagikan kemesraan secara berlebihan.
Menurut psikologi, kebiasaan ini justru bisa menjadi tanda bahwa hubungan tersebut tidak sekuat yang terlihat. Mengapa demikian? Melansir News Reports, berikut beberapa alasan yang perlu Anda ketahui.
1) Mencari Validasi dari Orang Lain
Pasangan yang terlalu sering mengunggah kemesraan di media sosial sering kali melakukannya bukan hanya untuk berbagi kebahagiaan, tetapi juga untuk mencari validasi dari orang lain. Suka, komentar, dan pujian dari teman atau pengikut bisa memberikan perasaan dihargai.
Namun, jika kebahagiaan dalam hubungan bergantung pada pengakuan orang lain, hal ini bisa menjadi tanda ketidakamanan emosional dalam hubungan tersebut.
2) Hubungan yang Kuat Tidak Perlu Ditunjukkan ke Publik
Pasangan yang benar-benar bahagia dan memiliki ikatan emosional yang kuat biasanya tidak merasa perlu membuktikan kebahagiaan mereka kepada dunia.
Mereka lebih fokus menikmati hubungan secara langsung daripada menghabiskan waktu untuk mengunggah dan memantau reaksi orang lain. Hubungan yang kuat tumbuh dari komunikasi yang sehat dan kebersamaan nyata, bukan sekadar citra di media sosial.
3) Berbagi Terlalu Banyak Bisa Memicu Konflik
Membagikan terlalu banyak detail tentang hubungan dapat berisiko menimbulkan konflik. Misalnya, salah satu pasangan mungkin merasa tidak nyaman jika momen pribadi mereka diunggah tanpa izin.
Selain itu, ekspektasi yang dibangun di media sosial bisa membuat pasangan merasa tertekan untuk selalu tampil bahagia, meskipun kenyataannya tidak demikian.
4) Fokus pada Tampilan, Bukan Kualitas Hubungan
Sering kali, pasangan yang overshare lebih fokus pada bagaimana hubungan mereka terlihat di mata orang lain daripada bagaimana hubungan itu sebenarnya berjalan. Mereka mungkin sibuk mencari momen yang "Instagrammable" daripada menikmati kebersamaan secara alami.
Jika kebahagiaan lebih banyak diukur dari tampilan luar, maka hubungan tersebut rentan mengalami krisis saat kenyataan tidak sesuai dengan ekspektasi.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
