Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Februari 2025 | 00.05 WIB

Orang yang Hangat dengan Teman Tapi Cuek Pada Keluarga, Biasanya Memiliki 8 Pengalaman ini Saat Masa Anak-anak

Ilustrasi orang yang hangat bersama teman./Pexels. - Image

Ilustrasi orang yang hangat bersama teman./Pexels.

JawaPos.com - Ketika bersama teman, kita sudah tidak malu-malu lagi untuk berekspresi tentang apapun itu, terlebih kehadiran mereka bisa membuat kita jadi diri sendiri.

Namun hal itu berbeda jika sedang bertemu keluarga, momen yang seharusnya hangat akan jadi mencekam dan saling cuek.

Dilansir dari laman Global English Editing pada Kamis (20/02) mereka yang merasakan hal tersebut, biasanya memiliki 8 pengalaman ini :

1. Mereka tumbuh dalam rumah tangga di mana emosi diabaikan

Sebagai anak-anak, kita melihat ke keluarga untuk membantu memahami dan mengelola emosi. Tetapi bagi sebagian orang, mengekspresikan perasaan disambut dengan ketidakpedulian, atau lebih buruk lagi, yakni kritik.

Mungkin mereka diberitahu untuk "berhenti menangis" ketika kesal atau dibuat merasa lemah karena menunjukkan kerentanan. Seiring waktu, mereka belajar bahwa keterbukaan emosional tidak aman di rumah.

Namun, dengan teman-teman, itu berbeda. Ada ruang untuk perasaan, validasi, dan dukungan hal-hal yang tidak pernah mereka dapatkan dari keluarga. Jadi mereka secara alami tertarik pada persahabatan untuk hubungan emosional sambil tetap waspada di rumah.

2. Merasa harus mendapatkan cinta dari keluarga

Pujian dan kasih sayang hanya diberikan ketika mencapai sesuatu seperti nilai bagus, penghargaan, atau melakukan hal yang diharapkan dari keluarga.

Dengan teman-teman, meskipun, itu berbeda. Mereka menyukai kita karena diri sendiri, bukan karena pencapaian. Jadi menjadi lebih mudah untuk terbuka dan penuh kasih sayang dengan mereka.

3. Pengasuh emosional di keluarga

Beberapa anak tumbuh dengan dihibur oleh orang tua, dan yang lain tumbuh dengan menghibur orang tua mereka. Mungkin seperti harus menenangkan ledakan orang tua, menengahi konflik keluarga, atau bertindak sebagai sistem pendukung emosional untuk orang dewasa dalam hidup mereka.

Alih-alih dirawat, mereka menjadi pengasuh. Ketika itu terjadi, kehangatan mulai terasa seperti tanggung jawab daripada sesuatu yang alami dan saling menguntungkan.

4. Sering dibandingkan dengan saudara lain

Entah itu saudara kandung yang tidak bisa melakukan kesalahan atau teman sekelas yang dikagumi orang tua dan membuat anak merasa tidak cukup. Yakni harus lebih pintar, berbakat, serta lebih patuh.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore