Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Februari 2025 | 18.40 WIB

Jika Pria Siap Meninggalkan Hubungan, Biasanya Akan Menunjukkan 8 Tanda Ini Menurut Psikologi

Tanda pria siap meninggalkan hubungan menurut psikologi. (Freepik/ karlyukav) - Image

Tanda pria siap meninggalkan hubungan menurut psikologi. (Freepik/ karlyukav)

JawaPos.com – Perubahan dalam sebuah hubungan sering kali terjadi tanpa disadari, tetapi jika seorang pria sudah siap untuk pergi meninggalkan pasangan, biasanya ada tanda-tanda yang mulai terlihat.

Menurut psikologi, keputusan untuk meninggalkan hubungan jarang terjadi secara tiba-tiba. Sebaliknya, ada pola sikap dan perilaku yang mencerminkan perasaan sebenarnya. Meski tidak selalu mudah dikenali, memahami sinyal-sinyal ini bisa membantu seseorang menghadapi kenyataan sebelum segalanya terlambat.

Dilansir dari geediting.com pada Selasa (18/2), diterangkan bahwa terdapat delapan tanda yang menunjukkan bahwa pria siap untuk meninggalkan hubungan dengan pasangan menurut psikologi.

  1. Menghindari rencana masa depan

Ketika seorang pria mulai menunjukkan keengganan membicarakan masa depan, ini menjadi tanda awal yang signifikan bahwa dia sedang mempertimbangkan untuk mengakhiri hubungan.

Pria yang dulunya aktif membahas rencana liburan atau tujuan jangka panjang mendadak berhenti melakukannya. Dia cenderung memberikan jawaban yang samar-samar ketika diajak membicarakan rencana ke depan.

Sikapnya yang menghindari komitmen jangka panjang ini seringkali mencerminkan bahwa dalam pikirannya, dia sudah mulai memisahkan diri dari hubungan tersebut.

  1. Jarak emosional semakin terasa

Perubahan signifikan terjadi ketika seorang pria yang biasanya terbuka tentang perasaannya mulai menutup diri secara emosional. Percakapan yang dulunya mendalam dan bermakna berubah menjadi obrolan ringan yang dangkal dan seperlunya saja.

Ketika ditanya tentang perasaannya, dia hanya memberikan jawaban singkat seperti “baik-baik saja” atau “hanya lelah” tanpa penjelasan lebih lanjut. Kehadiran dinding tak kasat mata ini menjadi semakin nyata meskipun tidak ada konflik yang terjadi sebelumnya.

  1. Prioritas yang bergeser

Meskipun kesibukan adalah hal yang wajar, seorang pria yang berniat mengakhiri hubungan akan menunjukkan pola yang berbeda dalam mengatur prioritasnya. Pekerjaan, hobi, teman, bahkan urusan sepele mendadak menjadi lebih penting dibandingkan menghabiskan waktu bersama pasangan.

Ketika diajak membicarakan hal ini, dia akan berkilah dengan alasan “terlalu sibuk” atau mengatakan bahwa pasangannya “terlalu berpikir berlebihan”. Fakta bahwa seseorang akan selalu menemukan waktu untuk hal yang benar-benar penting baginya menjadi indikator kuat bahwa hubungan tersebut tidak lagi menjadi prioritas dalam hidupnya.

  1. Berhenti berdebat

Ketiadaan perdebatan dalam hubungan tidak selalu menandakan hal yang positif. Pria yang masih peduli dengan hubungannya akan tetap berdebat karena ingin menyelesaikan masalah dan mencari solusi bersama.

Sikap yang justru mengkhawatirkan adalah ketika dia berhenti berdebat sama sekali, bukan karena semuanya baik-baik saja, melainkan karena dia tidak lagi melihat pentingnya menyelesaikan masalah. Dia lebih memilih untuk menyetujui apapun demi mengakhiri pembicaraan, atau lebih buruk lagi, menjadi acuh tak acuh terhadap situasi yang ada.

  1. Hilangnya kasih sayang

Kasih sayang dalam hubungan tidak hanya ditunjukkan melalui kata-kata, tetapi juga melalui gestur-gestur kecil yang membuat hubungan terasa hangat dan aman. Pria yang sedang mempersiapkan diri untuk pergi akan menunjukkan perubahan dalam cara dia menunjukkan afeksi.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore