
Ilustrasi seseorang yang playing victim.
JawaPos.com - Kita semua pernah mengalaminya. Momen tidak mengenakkan ketika seseorang berhasil memasukkan sedikit rasa bersalah ke dalam percakapan, membuat kita merasa terpojok, terpaksa, atau sekadar merasa buruk.
Mereka adalah ahli dalam memainkan peran korban dan selalu menemukan cara untuk memutar balik keadaan agar seolah-olah mereka yang paling menderita. Jika dibiarkan, mereka bisa mengendalikan keputusan dan emosi kita dengan cara yang tidak sehat.
Jadi, bagaimana cara menghadapi pelaku playing victim tanpa terjebak dalam jebakan rasa bersalah mereka?
Dilansir dari laman Hack Spirit pada Minggu (16/2) berikut adalah tujuh frasa cerdas untuk membalikkan keadaan dan mengambil kembali kendali tanpa harus terbawa drama mereka.
1. "Aku mengerti apa yang kamu rasakan, tapi aku melihatnya secara berbeda."
Anda berhak atas sudut pandang Anda, sama seperti mereka berhak atas sudut pandang mereka. Dan tidak apa-apa untuk mengungkapkannya. Pernyataan sederhana ini mengakui perasaan mereka tanpa meremehkan perasaan Anda sendiri.
Dengan berbuat demikian, Anda menegaskan perspektif Anda dan secara halus mengingatkan mereka bahwa ada cara lain untuk melihat situasi tersebut.
Pelaku playing victim sering kali ingin mendominasi narasi agar Anda merasa bersalah dan mereka mendapat simpati. Frasa ini adalah trik psikologi sederhana yang mengembalikan keseimbangan dengan tetap bersikap tenang.
2. "Maaf kamu kesal, tapi aku harus melakukan yang terbaik untukku."
Frasa ini melakukan dua hal: mengakui kekecewaannya sekaligus menegaskan kebutuhan Anda akan batasan pribadi. Penting untuk dicatat bahwa menetapkan batasan tidak membuat Anda egois atau tidak peduli. Itu berarti Anda menjaga kesehatan mental dan emosional Anda.
Orang yang membuatmu merasa bersalah sering kali tidak peduli dengan bagaimana perasaanmu. Mereka hanya ingin agar kamu mengikuti kehendaknya.
Dengan menggunakan frasa ini, kamu secara tegas menunjukkan bahwa keputusanmu bukan tentang menyakiti mereka, tetapi tentang menjaga kesejahteraanmu sendiri.
3. “Aku mengerti mengapa kamu mungkin berpikir seperti itu, tapi inilah pendapatku."
Frasa ini tidak mengabaikan sudut pandangnya tetapi dengan jelas mengomunikasikan sudut pandangmu. Itu adalah pengingat halus bahwa kita semua memiliki cara berbeda dalam menangani tanggung jawab kita.
Jangan pernah biarkan siapa pun membuat Anda merasa bersalah karena memiliki pendekatan atau perspektif yang berbeda. Orang yang sering berperan sebagai korban cenderung melihat dunia dalam perspektif hitam-putih: mereka benar, Anda salah.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
