Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Februari 2025 | 22.15 WIB

Orang yang Menikah dan Bercerai Berkali-kali Biasanya Memiliki 7 Pola Kebiasaan Ini Tanpa Disadari, Apa Saja?

Ilustrasi perceraian (freepik) - Image

Ilustrasi perceraian (freepik)

JawaPos.com - Perceraian tidak pernah mudah, dan bagi mereka yang mengalaminya berkali-kali, pola tertentu sering muncul, dan banyak di antaranya yang tidak disadari. Kebiasaan-kebiasaan ini dapat secara halus memengaruhi hubungan mereka.

Membentuk dinamika dengan cara yang mungkin mempersulit terjalinnya hubungan yang langgeng. Entah berakar pada masalah yang belum terselesaikan atau gaya komunikasi, perilaku ini dapat memainkan peran utama dalam perjuangan hubungan yang berulang.

Dalam artikel ini, JawaPos.com telah melansir dari laman Hack Spirit, Kamis (13/2), tujuh kebiasaan-kebiasaan yang umum ditunjukkan oleh orang-orang yang telah mengalami banyak perceraian, sering kali tanpa menyadari dampaknya.

1. Menghindari konflik

Di antara individu yang telah mengalami banyak perceraian, kecenderungan umum adalah menghindari konflik dengan cara apa pun. Ini mungkin tampak seperti strategi yang sehat di permukaan. Lagipula, siapa yang ingin terlibat dalam pertengkaran terus-menerus?

Akan tetapi, pola ini sering kali lebih mendalam dan terwujud dalam cara yang membuat mereka menghindar bahkan dari konfrontasi yang paling penting, konfrontasi yang sebenarnya dapat mengarah pada penyelesaian dan kemajuan.

Itu adalah kebiasaan bawah sadar yang lahir dari rasa takut memicu perpisahan menyakitkan lainnya. Namun, hal itu juga dapat menimbulkan masalah komunikasi yang serius, sehingga mereka tidak dapat mengatasi masalah secara langsung.

Mereka mungkin tidak menyadarinya, tetapi penghindaran ini dapat menyebabkan kehancuran hubungan yang mereka coba cegah dengan sekuat tenaga.

2. Kompensasi berlebihan

Ada beberapa orang yang cenderung memberikan kompensasi berlebihan dalam hubungannya. Mulai dari melakukan segala daya untuk memastikan pasangannya bahagia, hingga selalu mengutamakan kebutuhan pasangan di atas kebutuhannya sendiri.

Mulai dari selalu memilih restoran favoritnya untuk makan malam hingga membatalkan rencana dengan teman-teman jika mereka ingin menghabiskan waktu, dia siap memberikan pelayanan lebih. Di permukaan, ini terlihat seperti sikap perhatian, tetapi ini ekstrem.

Seolah-olah dia percaya bahwa dengan memenuhi setiap keinginan pasangannya, dia dapat melindungi hubungannya agar tidak berakhir seperti hubungan-hubungan sebelumnya. Dia tidak menyadari bahwa dalam prosesnya, dia kehilangan dirinya sendiri dan menciptakan ketidakseimbangan yang berpotensi menimbulkan lebih banyak masalah.

3. Terburu-buru memulai hubungan baru

Mereka yang telah bercerai beberapa kali sering kali menunjukkan kebiasaan terburu-buru menjalin hubungan baru. Sepertinya mereka mencoba mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh hubungan sebelumnya.

Mereka terburu-buru menjalin hubungan baru, tanpa meluangkan waktu untuk menyembuhkan diri dan memahami apa yang salah dalam hubungan masa lalunya. Kebiasaan ini, meski memberikan kenyamanan sementara, dapat menyebabkan lebih banyak patah hati dan pola hubungan yang tidak berhasil secara berkelanjutan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore