Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Februari 2025 | 03.27 WIB

Menurut Psikolog, 3 Tanda Ini Bisa Jadi Alasan Kenapa Kamu Takut Jadi Diri Sendiri dalam Hubungan

Ilustrasi 3 tanda takut menjadi diri sendiri dalam sebuah hubungan (freepik) - Image

Ilustrasi 3 tanda takut menjadi diri sendiri dalam sebuah hubungan (freepik)

JawaPos.com - Dalam sebuah hubungan, menjadi diri sendiri seharusnya terasa nyaman dan alami. Namun, kenyataannya, banyak orang justru merasa takut untuk menunjukkan siapa mereka sebenarnya.

Menurut psikolog, ada beberapa alasan yang membuat seseorang sulit untuk menjadi diri sendiri dalam hubungan, yang pada akhirnya dapat berdampak pada kebahagiaan dan kestabilan hubungan itu sendiri.

Dilansir melalui laman Psychology Today, Senin, (10/2) John Kim, LMFT, yang juga dikenal sebagai The Angry Therapist, menjelaskan bahwa ketakutan untuk menjadi diri sendiri dalam hubungan sering kali muncul dari pengalaman masa lalu dan pola pikir yang telah terbentuk sejak lama. Jika seseorang terbiasa menyembunyikan sisi asli dirinya karena takut ditolak, maka hal ini dapat menjadi hambatan dalam membangun hubungan yang sehat.

Selain itu, Mark Travers, Ph.D., seorang psikolog asal Amerika yang dikutip melalui laman Forbes, menambahkan bahwa ada 3 alasan utama kenapa seseorang merasa takut untuk menjadi diri sendiri dalam hubungan. Berikut adalah ulasan lengkapnya.

1. Takut Pasangan Tidak Menyukai Sisi Asli Kita

Takut pasangan tidak menyukai sisi asli kita sering kali menjadi alasan utama seseorang sulit menjadi diri sendiri dalam hubungan. Ketakutan ini muncul karena adanya rasa takut ditolak dan keinginan untuk selalu memenuhi standar pasangan. Akibatnya, kamu cenderung berpura-pura menjadi orang lain agar terlihat lebih menarik di mata pasangan.

Namun, berpura-pura menjadi orang lain dalam hubungan dapat sangat melelahkan secara emosional. Kamu mungkin merasa harus terus berusaha menyesuaikan diri dengan ekspektasi pasangan, yang justru memperkuat perasaan bahwa kita tidak cukup baik apa adanya. Hal ini dapat mengikis rasa percaya diri dan kebahagiaan dalam hubungan.

John, dalam artikel Psychology Today menyarankan untuk melakukan refleksi diri dengan cara membayangkan seorang teman yang berpura-pura demi menyenangkan pasangannya. Apakah kita akan menyarankan teman tersebut untuk terus bertahan dalam hubungan itu atau justru mengevaluasi kembali hubungannya? Ini dapat membantu kita memahami bahwa ketakutan akan penolakan tidak seharusnya menghalangi kita untuk menjadi diri sendiri.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Social Psychology yang dikutip oleh Travers menunjukkan bahwa pasangan yang saling melihat keaslian satu sama lain cenderung memiliki hubungan yang lebih harmonis. Kejujuran dalam hubungan dapat meningkatkan kepercayaan, komitmen, dan kepuasan dalam menjalani kehidupan bersama.

2. Tidak Menyukai Diri Sendiri

Ketakutan untuk menjadi diri sendiri dalam hubungan juga bisa disebabkan oleh perasaan tidak menyukai diri sendiri. Ketika seseorang tidak mengenal, memahami, atau menerima dirinya sendiri, maka menampilkan jati diri yang sebenarnya menjadi hal yang sulit. Dalam kondisi ini, seseorang cenderung merasa perlu menyaring atau menyembunyikan sisi asli dirinya dari pasangan.

Keyakinan negatif terhadap diri sendiri dapat membuat seseorang mencari validasi dari pasangan agar merasa lebih berharga. Namun, mengandalkan pasangan untuk mengisi kekosongan emosional adalah beban yang tidak adil. Jika seseorang terus-menerus meragukan dirinya, ia mungkin akan tanpa sadar memilih pasangan yang justru memperkuat keyakinan negatif tersebut.

Travers menjelaskan, bahwa perubahan dapat dimulai dengan mengubah cara kita memandang diri sendiri. Dengan meningkatkan self-love dan menerima kekurangan serta kelebihan yang dimiliki, kita bisa merasa lebih nyaman dalam hubungan. Dengan begitu, kita tidak lagi takut untuk menunjukkan siapa diri kita sebenarnya.

Sebuah penelitian yang dikutip oleh travers dalam Personality and Social Psychology Bulletin juga menemukan bahwa orang yang melihat dirinya secara positif cenderung lebih autentik dan bahagia dalam hubungan. Ketika kita merasa diterima oleh orang-orang terdekat dan memiliki belas kasih terhadap diri sendiri, kita akan semakin yakin bahwa menjadi diri sendiri dalam hubungan adalah hal yang aman dan wajar.

3. Mengejar Ilusi Kesempurnaan

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore