
Ilustrasi seorang pria yang bersifat manipulatif dan memiliki komunikasi buruk dalam hubungan. (Freepik)
JawaPos.com - Menjalani sebuah hubungan memang tak selalu mudah. Terkadang, sulit membedakan apakah pasangan benar-benar peduli atau justru sedang berusaha memanipulasi kita.
Manipulasi sering kali dilakukan dengan cara halus, bahkan terselubung dalam sikap perhatian dan kasih sayang. Tanpa disadari, seseorang bisa saja dikendalikan tanpa mengetahui motif sebenarnya dari pasangan.
Di sisi lain, pengaruh yang positif dalam hubungan seharusnya terjadi secara alami, tanpa tekanan atau paksaan. Pengaruh ini datang dari kejujuran, transparansi, serta rasa saling menghormati.
Menurut psikologi, ada beberapa tanda yang bisa mengungkap sifat manipulatif seseorang. Dilansir dari Geediting pada Senin (10/2), berikut tujuh tanda pria yang memiliki sifat manipulatif dalam hubungan.
1. Gaslighting
Gaslighting adalah salah satu bentuk manipulasi paling berbahaya yang kerap digunakan untuk membuat seseorang meragukan persepsi dan ingatannya sendiri.
Istilah ini berasal dari film tahun 1944 yang menggambarkan seorang suami yang sengaja membuat istrinya merasa kehilangan kewarasannya. Teknik ini melibatkan penyangkalan terhadap peristiwa yang terjadi atau pernyataan yang telah diucapkan.
Seorang pria manipulatif bisa saja berkata bahwa kamu salah mengingat sesuatu atau bersikap seolah-olah kamulah yang terlalu sensitif. Tujuannya adalah membuatmu meragukan diri sendiri hingga kehilangan kepercayaan pada pemikiran dan perasaanmu.
Jika kamu sering merasa kebingungan atau mempertanyakan ingatan sendiri akibat interaksi dengan pasangan, ini bisa menjadi tanda bahwa dia bersifat manipulatif. Mengenali pola ini adalah langkah pertama untuk keluar dari hubungan yang tidak sehat.
2. Memanfaatkan Perasaan Bersalah (Emotional Blackmail)
Emotional blackmail atau pemerasan emosional adalah taktik manipulatif yang menggunakan rasa bersalah, ancaman, atau intimidasi untuk mengendalikan seseorang.
Misalnya, pasanganmu mungkin berkata, "Kalau kamu benar-benar mencintaiku, kamu pasti akan melakukan ini untukku," atau "Aku nggak percaya kamu lebih memilih teman-temanmu daripada aku. Apa kamu nggak peduli dengan hubungan kita?"
Kalimat-kalimat seperti ini bertujuan membuatmu merasa bersalah dan terpaksa mengikuti keinginannya. Jika kamu sering merasa terbebani oleh permintaan yang tidak masuk akal atau emosimu dijadikan senjata, ini adalah tanda pemerasan emosional yang harus diwaspadai.
3. Love Bombing
Love bombing adalah strategi manipulasi yang sering digunakan di awal hubungan dengan cara memberikan perhatian dan kasih sayang yang berlebihan.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
