Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Februari 2025 | 19.50 WIB

7 Tanda Seorang Pria Bersifat Manipulatif dan Memiliki Komunikasi Buruk dalam Hubungan, Menurut Psikologi

Ilustrasi seorang pria yang bersifat manipulatif dan memiliki komunikasi buruk dalam hubungan. (Freepik) - Image

Ilustrasi seorang pria yang bersifat manipulatif dan memiliki komunikasi buruk dalam hubungan. (Freepik)

JawaPos.com - Menjalani sebuah hubungan memang tak selalu mudah. Terkadang, sulit membedakan apakah pasangan benar-benar peduli atau justru sedang berusaha memanipulasi kita.

Manipulasi sering kali dilakukan dengan cara halus, bahkan terselubung dalam sikap perhatian dan kasih sayang. Tanpa disadari, seseorang bisa saja dikendalikan tanpa mengetahui motif sebenarnya dari pasangan.

Di sisi lain, pengaruh yang positif dalam hubungan seharusnya terjadi secara alami, tanpa tekanan atau paksaan. Pengaruh ini datang dari kejujuran, transparansi, serta rasa saling menghormati.

Menurut psikologi, ada beberapa tanda yang bisa mengungkap sifat manipulatif seseorang. Dilansir dari Geediting pada Senin (10/2), berikut tujuh tanda pria yang memiliki sifat manipulatif dalam hubungan.

1. Gaslighting

Gaslighting adalah salah satu bentuk manipulasi paling berbahaya yang kerap digunakan untuk membuat seseorang meragukan persepsi dan ingatannya sendiri.

Istilah ini berasal dari film tahun 1944 yang menggambarkan seorang suami yang sengaja membuat istrinya merasa kehilangan kewarasannya. Teknik ini melibatkan penyangkalan terhadap peristiwa yang terjadi atau pernyataan yang telah diucapkan.

Seorang pria manipulatif bisa saja berkata bahwa kamu salah mengingat sesuatu atau bersikap seolah-olah kamulah yang terlalu sensitif. Tujuannya adalah membuatmu meragukan diri sendiri hingga kehilangan kepercayaan pada pemikiran dan perasaanmu.

Jika kamu sering merasa kebingungan atau mempertanyakan ingatan sendiri akibat interaksi dengan pasangan, ini bisa menjadi tanda bahwa dia bersifat manipulatif. Mengenali pola ini adalah langkah pertama untuk keluar dari hubungan yang tidak sehat.

2. Memanfaatkan Perasaan Bersalah (Emotional Blackmail)

Emotional blackmail atau pemerasan emosional adalah taktik manipulatif yang menggunakan rasa bersalah, ancaman, atau intimidasi untuk mengendalikan seseorang.

Misalnya, pasanganmu mungkin berkata, "Kalau kamu benar-benar mencintaiku, kamu pasti akan melakukan ini untukku," atau "Aku nggak percaya kamu lebih memilih teman-temanmu daripada aku. Apa kamu nggak peduli dengan hubungan kita?"

Kalimat-kalimat seperti ini bertujuan membuatmu merasa bersalah dan terpaksa mengikuti keinginannya. Jika kamu sering merasa terbebani oleh permintaan yang tidak masuk akal atau emosimu dijadikan senjata, ini adalah tanda pemerasan emosional yang harus diwaspadai.

3. Love Bombing

Love bombing adalah strategi manipulasi yang sering digunakan di awal hubungan dengan cara memberikan perhatian dan kasih sayang yang berlebihan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore