Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Februari 2025 | 01.16 WIB

Menurut Psikologi: Jika Anda Bisa Menguasai 7 Keterampilan Ini, Mental Anda Akan Tetap Kuat di Masa Pensiun

Ilustrasi orang bermental kuat (freepik) - Image

Ilustrasi orang bermental kuat (freepik)

JawsPos.com - Memasuki masa pensiun sering kali diidentikkan dengan waktu bersantai dan menikmati hasil kerja keras selama bertahun-tahun.

Namun, tanpa disadari, banyak orang mengalami penurunan ketajaman mental akibat berkurangnya aktivitas yang merangsang otak.

Menurut psikologi, menjaga otak tetap aktif bukan hanya soal mengisi teka-teki silang atau bermain Sudoku. Ada keterampilan tertentu yang dapat membantu mempertahankan ketajaman mental dan mencegah penurunan kognitif.

Menariknya, keterampilan ini bisa dipelajari oleh siapa saja, tidak terbatas pada mereka yang sudah pensiun.

Dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan ini, daya ingat tetap tajam, konsentrasi lebih baik, dan kualitas hidup meningkat.

Dilansir dari laman Geediting, Selasa (04/2), berikut adalah tujuh keterampilan yang dapat membantu menjaga ketajaman mental di masa pensiun:

1) Terus Belajar Sepanjang Hayat

Belajar tidak berhenti setelah pensiun. Psikolog menekankan bahwa menjaga otak tetap aktif dapat memperlambat penurunan kognitif. Ini tidak berarti harus kembali ke bangku kuliah, tetapi bisa dengan membaca buku baru, mempelajari bahasa asing, mencoba resep baru, atau mengikuti kursus online.

Rasa ingin tahu dan keterbukaan terhadap pengalaman baru adalah latihan otak yang efektif. Semakin sering seseorang menghadapi tantangan intelektual, semakin kuat koneksi antar sel otak, yang membantu menjaga daya ingat dan konsentrasi.

2) Interaksi Sosial yang Aktif

Berinteraksi dengan orang lain bukan hanya menyenangkan, tetapi juga penting untuk kesehatan otak. Psikolog menemukan bahwa orang yang aktif secara sosial cenderung memiliki tingkat stres lebih rendah dan risiko demensia yang lebih kecil.

Bergabung dengan komunitas, menjadi relawan, atau sekadar berkumpul dengan keluarga dan teman-teman dapat merangsang otak melalui percakapan dan pertukaran ide. Semakin sering seseorang bersosialisasi, semakin terlatih otaknya dalam memproses informasi dan menyimpan memori jangka panjang.

3) Rutin Berolahraga

Banyak yang tidak menyadari bahwa aktivitas fisik berpengaruh langsung terhadap kesehatan otak. Olahraga meningkatkan aliran darah ke otak, merangsang pertumbuhan sel baru, dan meningkatkan fungsi kognitif.

Tidak perlu melakukan latihan berat—berjalan kaki, berenang, atau yoga sudah cukup untuk menjaga kebugaran fisik dan mental. Latihan yang rutin juga membantu mengurangi stres dan meningkatkan kualitas tidur, yang keduanya berkontribusi pada kesehatan otak yang optimal.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore