Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Februari 2025 | 19.03 WIB

Orang yang Tumbuh Jadi People Pleaser Bisa Mengembangkan 11 Sifat Ini Saat Dewasa, Apa Kamu Juga?

Ilustrasi: Tiga wanita duduk bersama. (Pexels) - Image

Ilustrasi: Tiga wanita duduk bersama. (Pexels)

JawaPos.com – Menjadi orang yang selalu berusaha menyenangkan orang lain atau dikenal dengan istilah people pleaser sering kali dimulai sejak masa kanak-kanak. Mereka cenderung lebih fokus pada kebutuhan dan keinginan orang lain, mengabaikan diri sendiri demi mendapatkan persetujuan atau perhatian.

Ketika beranjak dewasa, pola pikir dan perilaku ini bisa bertahan, bahkan membentuk karakter dan kebiasaan yang semakin mendalam, memengaruhi bagaimana mereka berinteraksi dengan orang lain di berbagai aspek kehidupan.

Namun, meskipun menjadi people pleaser tampaknya membawa keuntungan dalam bentuk hubungan yang lancar dan disukai banyak orang, dampaknya terhadap kesejahteraan mental dan emosional seseorang bisa cukup besar.

Melansir dari laman Parade, Rabu (5/2), dalam artikel ini akan mengulas 11 sifat yang sering berkembang pada orang yang tumbuh menjadi people pleaser ketika mereka beranjak dewasa. Apa saja itu?

  1. Berusaha menghindari konflik

Meskipun konflik tidak menyenangkan, penyelesaian konflik justru bisa memperkuat hubungan. Namun, bagi people pleaser, mereka sering kali menghindari konflik karena takut hal itu bisa merusak hubungan dan tidak disukai.

Bagi orang seperti ini, perbedaan pendapat atau ketidaksetujuan dengan orang lain dianggap sebagai ancaman karena bisa menyebabkan ketegangan dengan teman atau orang di sekitar mereka. Karena itu, mereka cenderung menghindari konflik agar tetap dianggap baik dan diterima oleh orang lain.

  1. Sulit menetapkan batasan

Batasan itu sebenarnya penting karena dapat melindungi diri kita dan orang lain. Namun, anak-anak yang terbiasa menjadi people pleaser sering kali kesulitan untuk menetapkan batasan saat dewasa.

Ketika mereka masih kecil, mereka cenderung memprioritaskan kebutuhan orang lain agar bisa mendapatkan persetujuan. Ketika dewasa, kebiasaan ini membuat mereka kesulitan untuk menetapkan dan mempertahankan batasan pribadi karena takut ditolak atau tidak disetujui oleh orang lain.

  1. Sering merasa cemas

Kecemasan bisa disebabkan oleh banyak hal, dan salah satunya mungkin berasal dari kebiasaan ingin selalu membuat orang lain bahagia dengan segala cara.

Orang yang selalu berusaha menyenangkan orang lain sering kali merasa harus memikirkan apa yang diinginkan orang lain, memenuhi kebutuhan mereka, dan melakukan apa saja untuk membuat mereka senang.

Hal ini pada akhirnya bisa menimbulkan kecemasan, terutama karena mereka tidak pernah benar-benar tahu apakah orang lain sudah cukup puas.

  1. Mengabaikan pendapat dan emosi sendiri

Menjadi people pleaser bisa baik dalam beberapa situasi, tetapi jika terus-menerus dilakukan untuk memenuhi keinginan orang lain, itu bisa berbahaya.

Orang yang selalu berusaha menyenangkan orang lain sering kali mengabaikan pendapat sendiri dan cenderung tidak mengungkapkan perasaan mereka. Mereka juga sering meminta maaf jika melakukan sesuatu yang berbeda dari harapan orang lain.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore