Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Februari 2025 | 18.00 WIB

Mengapa Anak Kesulitan Memutuskan Segala Sesuatu? Bagaimana Peran Orang Tua dalam Membantu Mereka Mengambil Keputusan

Ilustrasi orang tua dan anaknya. - Image

Ilustrasi orang tua dan anaknya.

JawaPos.Com- Peran orang tua sangat penting dan dibutuhkan saat seseorang mengalami masa pubertas. Masa pubertas adalah masa transisi dari masa anak-anak ke masa dewasa yang penuh dengan perubahan fisik, emosi, dan sosial. Pada masa pubertas, anak mengalami pertumbuhan fisik yang pesat dan perubahan hormon yang mempengaruhi tingkah laku dan emosinya. Jangankan membuat keputusan. Memahami proses perubahan diri sendiri saja tak mudah bagi anak-anak ini.

Walaupun masih kecil, anak sebenarnya bisa mengambil keputusan sendiri. Namun, orang tua seringkali yang menentukan semuanya untuk anak, termasuk pakaian, warna cat, motif sprei, dan kegiatan kursus. Membantu anak membuat keputusan tidaklah salah, tetapi penting juga untuk membiarkan anak mengambil keputusan sendiri. Hal ini akan mempengaruhi kemandirian dan cara berpikirnya. Jika diminta untuk memilih, anak mungkin bingung, yang normal karena kurang pengalaman. Orang Tua disarankan untuk melatih anak dalam membuat keputusan agar lebih mandiri dan percaya diri.

Mengapa peran orang tua sangat penting pada saat masa anak-anak dan remaja? Orang tua adalah orang terdekat yang dapat mendampingi anak remaja. Saat remaja, anak sering merasa bingung dan tidak nyaman dengan perubahan yang terjadi. Anak mencari dukungan dan pengertian dari orang tua agar merasa lebih nyaman.

Bagaimana ayah dan ibu dapat membantu anaknya? Orang tua dapat menjelaskan perubahan fisik dan hormonal sesuai dengan kemampuan pemahaman anak. Semakin akurat informasi yang diterima, semakin mudah anak memahami perubahan tersebut. Namun, komunikasi yang kurang baik antara orang tua dan anak dapat menyulitkan hal ini. Pola asuh dan komunikasi yang baik sejak kecil mempengaruhi hubungan keduanya, tetapi masih ada kesempatan untuk memperbaikinya, bahkan saat anak sudah remaja. Komunikasi yang baik membantu anak merasa nyaman dan lebih terbuka untuk membicarakan perubahannya.

Mengapa remaja perlu bimbingan orang tua? Selama pubertas, anak mulai mengembangkan hubungan yang lebih kompleks dengan teman-teman dan menghadapi kesulitan dalam pengambilan keputusan. Orang tua perlu mengarahkan anak remaja agar mereka dapat mengembangkan keterampilan sosial tanpa mengabaikan keputusan yang tepat. Anak remaja mengalami perubahan fisik dan emosional yang mempengaruhi tingkah lakunya, dan keputusan penting tentang masa depan harus dibuat pada masa remaja. Tanggung jawab orang tua adalah memberikan dukungan agar anak tidak merasa kesepian saat membuat keputusan penting.

Dilansir dari laman halodoc.com, berikut cara mengajarkan anak mengambil keputusan:

  1. Tunjukan pada anak cara mengambil keputusan

Ibu sebaiknya menunjukkan cara mengambil keputusan kepada anak, seperti saat memilih makan malam atau film. Peter L. Stavinoha, seorang psikolog anak, menyarankan untuk menjelaskan kelebihan dan kekurangan pilihan, serta alasan di balik keputusan. Contohnya, saat membeli kue untuk ulang tahun kakek, diskusikan harga, rasa favorit kakek, dan ukuran kue yang sesuai. Ini membantu anak memahami bahwa banyak hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih.

  1. Persempit pilihan

Penelitian menunjukkan terlalu banyak pilihan membuat anak sulit memutuskan. Oleh karena itu, ibu harus membatasi opsi yang diberikan dan kemudian meminta anak untuk memilih. Misalnya, saat membeli camilan, tawarkan pilihan antara es krim atau coklat.

  1. Jelaskan tentang jenis-jenis keputusan

Setiap keputusan membutuhkan pemikiran, dan ada berbagai tingkat keputusan. Keputusan kecil, seperti memilih bekal atau baju, bisa diambil cepat. Keputusan menengah, seperti memilih buku di perpustakaan, memerlukan sedikit lebih banyak pertimbangan. Sedangkan keputusan besar, seperti memilih sekolah, sebaiknya dipikirkan dengan matang.

  1. Menjelaskan tentang konsekuensi sebuah keputusan

Ibu perlu menjelaskan bahwa setiap keputusan memiliki konsekuensi. Anak harus berhati-hati saat memutuskan, tetapi juga tidak perlu takut membuat kesalahan. Jika keputusan salah, penting untuk mengambil tanggung jawab dan belajar dari pengalaman tersebut.

Peranan orang tua sangat penting dalam pengambilan keputusan anak, tetapi kadang digantikan oleh orang lain yang lebih bisa membuat anak merasa nyaman. Banyak remaja merasa orang tua tidak memahami perasaannya. Hal ini disebabkan perbedaan generasi, latar belakang, pengalaman, dan nilai-nilai, yang menjadikan mereka memiliki cara pandang yang berbeda. Kurangnya komunikasi dapat memperburuk masalah ini.

Jika orang tua tidak menjalin hubungan baik dengan anak, anak dapat mengalami masalah kesehatan mental serius, yang berpengaruh pada prestasi akademik dan perilaku. Anak yang memiliki relasi baik dengan orang tua biasanya memiliki prestasi baik di sekolah dan kepercayaan diri tinggi, sehingga dapat membuat keputusan penting dalam hidupnya.

Untuk memperbaiki relasi, orang tua bisa mulai mendengarkan, memberi perhatian dan dukungan, serta membangun komunikasi terbuka. Tanggung jawab orang tua adalah memperhatikan dan membantu anak tumbuh mencapai potensi terbaiknya.***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore