Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Februari 2025 | 02.24 WIB

Benarkah Lazy Parenting Bisa Membantu Anak Menjadi Lebih Mandiri? Ini Penjelasannya

Ilustrasi ibu dan anak. (Yan Krukau/Pexels) - Image

Ilustrasi ibu dan anak. (Yan Krukau/Pexels)

JawaPos.com - Menjadi orang tua adalah perjalanan yang penuh dengan tantangan dan kebahagiaan. Banyak orang tua berusaha memberikan yang terbaik untuk anak-anak mereka, mulai dari menyiapkan sarapan, mengatur pakaian, hingga membantu mereka dalam tugas sehari-hari. 

Ada pendekatan baru dalam pola asuh yang mulai mendapatkan perhatian, yaitu lazy parenting. Tren ini diperkenalkan oleh seorang ibu di TikTok yang berpendapat bahwa orang tua sebaiknya lebih sering mengambil langkah mundur dan membiarkan anak-anak mereka belajar melakukan berbagai tugas sendiri. 

Dengan membiarkan anak mengerjakan tugas-tugasnya sendiri, mereka dapat membangun kemandirian, kepercayaan diri, serta rasa tanggung jawab yang lebih baik. Namun, apakah pendekatan ini benar-benar efektif? Berikut penjelasannya, dikutip dari Parents, Selasa (4/2). 

Apa Itu Lazy Parenting dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Konsep lazy parenting bukan berarti benar-benar malas atau tidak peduli terhadap anak, melainkan tentang memberikan kesempatan kepada mereka untuk menyelesaikan tugas sendiri tanpa terlalu banyak intervensi dari orang tua

Lazy parenting adalah pendekatan pengasuhan yang mendorong anak untuk menyelesaikan tugas mereka sendiri tanpa terlalu banyak intervensi dari orangtua. Meskipun terdengar seperti orangtua menjadi malas, konsep ini sebenarnya bertujuan untuk membangun kemandirian, rasa tanggung jawab, dan kepercayaan diri anak. 

Alih-alih selalu membantu, orangtua lebih banyak mengamati dan hanya turun tangan ketika benar-benar dibutuhkan. Berbeda dengan pendekatan helicopter parenting, di mana orangtua terlalu protektif dan selalu mengawasi anak, lazy parenting justru mendorong anak untuk lebih mandiri

Menurut Amy McCready, pendiri Positive Parenting Solutions, banyak orang tua tanpa sadar melakukan terlalu banyak hal untuk anak mereka, yang sebenarnya dapat menghambat perkembangan keterampilan hidup dan kepercayaan diri mereka.

Manfaat Lazy Parenting untuk Anak yang Lebih Mandiri

Dengan lazy parenting, anak-anak belajar mengatasi tantangan sendiri, mengambil keputusan, dan mengembangkan keterampilan hidup yang penting. Misalnya, ketika dibiarkan merapikan mainan atau memilih pakaian sendiri, mereka belajar berpikir mandiri dan bertanggung jawab atas pilihan mereka. 

Meskipun lazy parenting bisa membantu anak-anak menjadi lebih mandiri, ada saat-saat di mana orangtua tetap perlu terlibat. Jika anak mengalami kesulitan yang melebihi kemampuannya, orang tua sebaiknya memberikan bimbingan sebelum membiarkan mereka mencoba sendiri. 

Parenting coach Tessa Stuckey menekankan pentingnya peran orang tua sebagai pendukung, bukan sebagai penyelamat. Artinya, orangtua harus membimbing anak dalam menghadapi tantangan, bukan menyelesaikan semua masalah mereka. 

Selain itu, orang tua harus tetap hadir untuk memberikan dukungan emosional dan membantu anak dalam mengambil keputusan yang tepat. Dengan pendekatan yang seimbang antara membiarkan anak berusaha sendiri dan memberikan bantuan saat diperlukan, orangtua dapat membantu anak mereka tumbuh menjadi individu yang mandiri dan percaya diri.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore