Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Februari 2025 | 01.13 WIB

7 Kebiasaan Buruk di Pagi Hari yang Bisa Merusak Kesehatan dan Produktivitas, Bahkan Menjauhkan dari Kesuksesan!

ilustrasi kebiasaan pagi yang buruk. (Freepik) - Image

ilustrasi kebiasaan pagi yang buruk. (Freepik)

JawaPos.com - Tanpa disadari kebiasaan di pagi hari sangat menentukan kesehatan dan produktivitas seseorang sepanjang hari.

Rutinitas yang dilakukan di pagi hari mungkin terasa sepele, namun dapat menyebabkan efek negatif jika dilakukan dengan sembarangan.

Berikut 7 kebiasaan di pagi hari yang bisa merusak kesehatan dan produktivitas, bahkan menjauhkan seseorang dari kesuksesan, dilansir JawaPos.com dari Times of India.

  1. Menekan tombol snooze pada alarm

Kebiasaan ini tidak hanya dimiliki oleh sedikit orang, namun banyak orang memiliki kebiasaan menekan tombol snooze pada alarm berulang kali sehingga menunda jam bangun mereka.

Hal ini ternyata dapat menyebabkan rasa pusing dan kurangnya kejernihan mental sepanjang hari, karena bangun saat alarm pertama kali berbunyi dapat membantu membangun rutinitas yang lebih produktif dan mengurangi stres.

  1. Mengecek ponsel

Kalau pertanyaan “apa yang kamu lihat pertama kali di pagi hari?” ditanyakan pada sebagian besar orang, jawaban mereka pasti adalah “ponsel”.

Padahal, kebiasaan mengecek ponsel setelah bangun tidur untuk menggulir media sosial atau email dapat menimbulkan stres dan kecemasan yang tidak perlu bahkan sebelum hari dimulai.

  1. Langsung mengonsumsi kopi

Banyak orang langsung minum kopi setelah bangun tidur, karena percaya bahwa kopi akan meningkatkan energi mereka. 

Namun, mengonsumsi kafein langsung dapat mengganggu produksi kortisol alami tubuh yang mencapai puncaknya di pagi hari.

Mengonsumsi kafein di pagi hari dapat menyebabkan peningkatan kecemasan, perubahan suasana hati, dan gangguan tidur jika dikonsumsi secara berlebihan, serta dapat menyebabkan masalah jantung dan risiko kanker tertentu yang lebih tinggi. 

  1. Melewatkan sarapan atau sarapan makanan manis

Anggapan bahwa melewatkan sarapan membantu menurunkan berat badan adalah menyesatkan. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore