
ilustrasi Orang yang Tetap Tajam Secara Mental Setelah Usia 70 Tahun (Freepik)
JawaPos.Com - Banyak orang bertanya-tanya, apa yang membedakan lansia yang masih tajam berpikir di usia 70 tahun ke atas dengan mereka yang mulai sering lupa hal-hal sederhana, seperti meletakkan kacamata atau kunci?
Dilansir dari laman Geediting, jawabannya ternyata bukan berasal dari suplemen mahal atau aplikasi latihan otak yang rumit. Kunci utamanya justru terletak pada kebiasaan pagi yang sederhana dan konsisten, yang dilakukan bahkan sebelum pukul 9 pagi.
Berikut 10 kebiasaan pagi yang umumnya dimiliki orang-orang yang tetap cerdas dan jernih secara mental di usia lanjut.
Orang dengan ketajaman mental yang baik biasanya bangun di waktu yang konsisten, termasuk saat akhir pekan. Kebiasaan ini membantu menjaga ritme sirkadian tetap stabil, sehingga berdampak positif pada memori, suasana hati, dan konsentrasi.
Setelah berjam-jam tidur tanpa asupan cairan, otak mengalami dehidrasi ringan. Minum air putih segera setelah bangun tidur membantu meningkatkan fungsi kognitif sebelum tubuh menerima kafein.
Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki, peregangan, atau berkebun mampu meningkatkan aliran darah ke otak. Gerakan pagi juga merangsang pelepasan BDNF (Brain-Derived Neurotrophic Factor) yang berperan penting dalam kesehatan sel saraf.
Meditasi, doa, tai chi, atau sekadar duduk hening sambil mengatur napas membantu menurunkan hormon stres. Kebiasaan ini terbukti menjaga kesehatan hippocampus, bagian otak yang berperan besar dalam daya ingat.
Orang yang tetap tajam secara mental cenderung menghindari sarapan tinggi gula. Mereka memilih makanan bernutrisi seperti telur, sayuran hijau, kacang-kacangan, gandum utuh, dan buah beri untuk mendukung kerja otak.
Belajar bahasa baru, keterampilan baru, atau aktivitas yang belum pernah dicoba dapat menciptakan jalur saraf baru. Kebiasaan ini menjaga otak tetap fleksibel dan adaptif seiring bertambahnya usia.
Berkomunikasi dengan orang lain di pagi hari—baik melalui telepon, jalan pagi bersama, atau sarapan bareng—merangsang banyak fungsi otak sekaligus, mulai dari bahasa, emosi, hingga ingatan.
Orang dengan ketajaman mental yang baik selalu memiliki tujuan sederhana setiap hari. Tidak harus besar, cukup jelas dan bermakna. Tujuan ini menjaga bagian otak yang mengatur perencanaan dan pengambilan keputusan tetap aktif.
Paparan berita negatif secara berlebihan dapat meningkatkan stres dan peradangan pada otak. Lansia yang tajam biasanya tetap mengikuti informasi, namun tidak membiarkan pagi mereka dipenuhi kecemasan.
Rutinitas pagi yang baik sebenarnya dimulai dari malam sebelumnya. Tidur cukup dan berkualitas membantu otak “membersihkan diri” dari racun yang berkaitan dengan penurunan fungsi kognitif, termasuk risiko demensia.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
