
Memiliki tingkat kecemasan tinggi adalah salah satu ciri kepribadian orang yang memasang banyak alarm di pagi hari (freepik)
JawaPos.com – Bagi banyak orang, memasang satu alarm saja sudah terasa cukup. Namun ada pula yang terbiasa memasang dua, tiga bahkan lebih alarm setiap pagi dengan jarak yang berdekatan.
Kebiasaan ini sering dianggap sepele padahal psikologi modern menilai pola bangun tidur berkaitan erat dengan kepribadian, tingkat stres hingga kualitas kesehatan mental.
Dilansir dari laman Global English Editing, Minggu (1/2), berikut beberapa ciri psikologis yang umumnya dimiliki orang dengan kebiasaan ini.
Orang yang memasang banyak alarm sering mengalami kesulitan optimisme waktu atau dikenal dengan istilah time optimism bias yaitu kecenderungan meyakini bahwa mereka bisa bangun atau bersiap lebih cepat dari kenyataannya.
Tak hanya itu, mereka juga biasanya meremehkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu tugas. Mereka percaya bisa bersiap-siap dalam 15 menit padahal sebenarnya membutuhkan waktu 30 menit.
Bahkan optimisme waktu ini meluas hingga kegiatan di luar pagi. Artinya mereka sering terlambat menghadiri rapat, meremehkan tenggat waktu proyek dan memadatkan terlalu banyak aktivitas ke dalam hari mereka.
Banyaknya alarm tersebut menjadi jaring pengaman untuk perhitungan waktu mereka yang terlalu optimis. Jauh dilubuk hati mereka padahal tahu bahwa mereka tidak akan bangun saat alarm pertama berbunyi karena mereka sudah memperhitungkan strategi menunda alarm.
Setiap kali alarm berbunyi, otak akan membuat keputusan bangun atau tetap di tempat tidur. Orang yang memasang banyak alarm akan berulang kali dihadapkan pada keputusan ini sehingga menguras energi mental mereka sebelum sarapan.
Penelitian dalam Current Directions in Psychological Science (2020) menjelaskan bahwa kelelahan pengambilan keputusan di pagi hari dapat menurunkan konsentrasi, kesabaran dan kualitas keputusan sepanjang hari.
Inilah sebabnya orang dengan banyak alarm sering merasa lelah sebelum berangkat.
Menariknya, banyak pengguna multi-alarm ini bukan orang yang malas melainkan justru perfeksionis. Mereka ingin bangun di waktu paling ideal namun ketakutan gagal membuat mereka terus menunda momen bangun sesungguhnya.
Penelitian Personality and Individual Differences (2022) menemukan bahwa perfeksionisme berkaitan erat dengan standar tinggi dan kecemasan gagal.
Kebiasaan memasang banyak alarm sering berakar untuk menutupi kecemasan mulai dari takut kesiangan, takut gagal produktif atau takut kehilangan kendali di hari tersebut.
Intinya setiap kali menekan tombol tunda itu menjadi tindakan kecil untuk menghindar.
Riset dalam Journal of Anxiety Disorders (2023) menunjukkan bahwa individu dengan kecemasan tinggi cenderung menciptakan sistem pengalam berlapis termasuk alarm berulang.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
