
Ilustrasi orang tua bersama anak. (Photo by Ron Lach/Pexels)
JawaPos.com - Anak-anak usia 6 hingga 9 tahun sedang berada pada tahap perkembangan di mana mereka mulai mengenal aturan yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
Di usia ini, mereka mulai menunjukkan rasa penasaran dan keinginan terhadap hal-hal di sekitarnya. Sebagai orang tua, penting untuk mengajarkan pengendalian diri dan disiplin sejak dini agar anak dapat memahami batasan yang ada di sekitarnya.
Seperti yang dikutip dari focusonthefamily.com, anak-anak pada usia ini membutuhkan kebebasan untuk mengekspresikan diri, namun tetap membutuhkan panduan dalam memahami batasan.
Mengajarkan kepatuhan dan disiplin, serta menetapkan batasan adalah hal yang sangat penting dalam pengasuhan anak. Setiap orang tua tentu ingin yang terbaik untuk anak mereka, tetapi mendidik anak yang mengikuti aturan bukanlah hal yang mudah.
Anak yang tidak mengikuti peraturan seringkali dianggap nakal, dan orang tua mungkin merasa frustrasi ketika anak tidak mau mendengarkan. Menurut childrencentral.net, mengajarkan pengendalian diri dan disiplin sejak dini adalah bagian yang tak terpisahkan dari pengasuhan yang baik.
Marah atau berteriak sebagai cara mendisiplinkan anak bisa berdampak buruk pada tumbuh kembang mereka. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mencari cara yang lebih bijaksana dan lembut dalam mendidik anak.
Menghindari kekerasan fisik dan mencari metode yang lebih efektif untuk membimbing anak adalah langkah penting untuk menciptakan hubungan yang sehat antara orang tua dan anak.
Untuk mengatasi tantangan ini, ada beberapa cara dan tips yang bisa diterapkan untuk mendidik anak-anak agar lebih patuh dan disiplin, Jumat (31/1).
Untuk membantu anak menjadi lebih disiplin dan pandai mengatur waktu, ajaklah mereka untuk membuat jadwal kegiatan. Dengan memiliki jadwal, anak bisa lebih terarah dalam menjalani kegiatan sehari-hari.
Mulailah dengan jadwal yang sederhana, dari bangun tidur hingga kembali tidur. Sertakan waktu yang jelas untuk setiap aktivitas, agar anak tahu kapan harus memulai dan menyelesaikan satu kegiatan sebelum melanjutkan ke yang lainnya.
Buatlah jadwal dengan cara yang menyenangkan, misalnya menggunakan alat tulis yang anak sukai, lalu tempelkan di tempat yang mudah dilihat setiap hari.
Meskipun penting untuk menetapkan aturan, pastikan aturan yang diterapkan tidak terlalu ketat hingga membuat anak merasa serba dilarang. Jika aturan terlalu banyak, anak bisa merasa takut mencoba hal baru.
Tetapkan larangan hanya untuk hal-hal yang benar-benar penting dan jelaskan dengan cara yang mudah dimengerti anak. Ajarkan anak untuk mengontrol diri, sehingga mereka tahu batasan, namun tetap merasa bebas.
Misalnya, setelah menyelesaikan PR, berikan waktu untuk bermain video game, tapi pastikan anak tahu bahwa setelah itu ia harus melanjutkan kegiatan lain, seperti mandi sore.
Aturan yang sering berubah bisa membuat anak bingung. Jika Anda sudah menetapkan suatu aturan, sebaiknya konsisten dalam penerapannya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
