
Fakta Menarik Tentang Hujan. (Zeynep Sude Emek/Pexels)
JawaPos.com – Hujan selalu ditunggu oleh mereka yang gemar menyaksikan jatuhnya air dari langit karena dianggap membawa suasana romantis. Namun dibalik syahdunya suara riuh air, hujan memiliki sejumlah fakta menarik.
Mungkin Anda berpikir bahwa seluruh wilayah di dunia pernah tersentuh oleh hujan, tapi kenyataannya tidak. Atau, apakah Anda percaya aroma khas yang tercium saat tetesan air langit adalah bau dari hujan? Ternyata hal ini tidak benar.
Bagi si pecinta hujan, kurang lengkap rasanya jika tak mengetahui sederet fakta unik berikut ini.
Awan yang sudah sangat berat akan menumpahkan air ke bumi. Tapi, apakah air tersebut akan selalu jatuh ke tanah atau menyentuh dasar? Jawabannya tidak.
Dilansir dari Fox Weather, ketika udara sangat kering, tetesan air hujan tidak selalu menyentuh tanah. Sebelum itu terjadi, air sudah lebih dulu mengucap kembali.
Hujan yang jatuh di bumi memang berasal dari air laut atau air daratan lainnya yang menguap. Hal ini berbeda dengan hujan yang terjadi di planet lain seperti misalnya saja venus.
Mengutip dari Reader’s Digest, di venus, bulan maupun planet lainnya, hujan justru terbuat dari asam sulfat atau metana. Bahkan, planet yang berjarak 5.000 tahun cahaya diyakini memiliki hujan yang asalnya bukan dari air, melainkan besi.
Air hujan sebenarnya tidak berbau, namun kenapa saat turun ke bumi tercium aroma khas yang menenangkan? Ada yang mendeskripsikan bau tersebut mirip dengan aroma tanah.
Sebagai informasi, aroma hujan ini disebut juga dengan petrichor, sebuah istilah yang dicetuskan tahun 1964 silam oleh para ilmuwan Australia. Petrichor dipengaruhi oleh aktinobakteria yakni mikroorganisme kecil yang menguraikan bahan organik menjadi senyawa kimia sederhana.
Selain itu, aktinobakteria ini juga menghasilkan geosmin, sebuah senyawa organik penyumbang bau khas hujan. Geosmin dalam tanah ikut larut pada tetesan hujan, kemudian dilepaskan dalam bentuk aerosol.
Fakta menarik tentang hujan selanjutnya adalah ada tempat yang tidak pernah tersentuh oleh air langit. Lokasinya ada di The McMurdo Dry Valley, Antartika dan dilansir dari Universe Today diyakini selama dua juta tahun tak sekalipun diguyur hujan!
Selain itu, ada juga gurun Atacama di Chili bagian utara yang disebut-sebut sebagai tempat terkering berdasarkan pengamatan meteorologi. Pasalnya, curah hujannya hanya menyentuh 0,019 inci per tahun.
Tetesan air hujan seringkali digambarkan seperti tetes air mata. Padahal ini sebuah penggambaran yang keliru. Sebelum jatuh ke bumi, molekul air mengembun dan terikat bersama di atmosfer.
Air kemudian menjadi bulat, kemudian jatuh menghadapi tekanan udara. Proses ini lantas menjadikan air hujan berbentuk seperti roti yang sering digunakan untuk hamburger.
Itu lah serba-serbi tentang air langit yang kerap dianggap membawa berkah. Fakta menarik tentang hujan mana yang sudah Anda ketahui sebelumnya?

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
