Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 Januari 2025 | 22.08 WIB

Asal Usul Cupid, Sang Dewa Cinta Pembawa Panah Ikonik yang Selalu Dikaitkan dengan Perayaan Hari Valentine

Ilustrasi Cupid, Dewa Cinta (Getty Images) - Image

Ilustrasi Cupid, Dewa Cinta (Getty Images)

JawaPos.com – Saat kita merayakan Hari Valentine, ada satu simbol yang tak bisa lepas dari momen penuh cinta ini, yaitu Cupid. Dewa cinta pembawa panah ini selalu identik dengan perayaan yang mengedepankan kasih sayang antar sesama.

Cupid, dengan busur dan panahnya, dipercaya memiliki kekuatan untuk membuat siapa saja yang terkena panahnya jatuh cinta. 

Namun, kenapa Cupid selalu dikaitkan dengan Valentine? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu mengungkap jejak sejarah yang panjang, yang menghubungkan mitologi, tradisi, dan literasi Eropa sejak lama.

Dilansir dari Jstor Daily, pada Rabu, (29/1), Profesor Jack B. Oruch dari Universitas Kansas dalam tulisannya menjelaskan bahwa pada abad pertengahan, penulis-penulis besar Inggris seperti Geoffrey Chaucer, John Gower, dan beberapa lainnya, adalah orang pertama yang mengaitkan Hari Valentine dengan cinta dan kesuburan. 

Merekalah yang mengembangkan ide tentang perayaan Valentine sebagai hari untuk merayakan cinta.

Menurut Oruch, sejak kematian Chaucer pada tahun 1400, Valentine mulai dipahami sebagai hari yang berhubungan dengan Cupid, sang dewa cinta, yang selalu menjadi simbol para kekasih.  

Seiring berjalannya waktu, Cupid pun semakin melekat dengan perayaan Valentine, sebagai juru penyampai cinta.

Berdasarkan artikel dari Times Now News, asal-usul Cupid dapat ditelusuri kembali ke tahun 700 SM, di mana ia dikenal dengan nama Eros dalam mitologi Yunani. Eros, yang berarti "keinginan," adalah anak dari dewi cinta, Aphrodite.

Dalam kisahnya, Eros digambarkan sebagai sosok muda berusia remaja, yang menggunakan kekuatan panahnya untuk menciptakan kerusuhan, menjatuhkan cinta antara para dewa dan manusia.

Namun, di sisi lain, Cupid dalam mitologi Romawi lebih dikenal sebagai anak dari Venus, dewi cinta, yang digambarkan sebagai bayi lucu dengan sayap dan panah ajaib yang menautkan hati para dewa dan manusia.

Eros, meskipun lebih dikenal sebagai seorang remaja tampan dalam mitologi Yunani, namun ia memiliki reputasi yang agak gelap.

Beberapa sejarawan bahkan menggambarkannya sebagai sosok yang penuh perhitungan dan penuh strategi, hingga memaksakan orang-orang jatuh cinta kepada pasangan yang salah.

Sementara itu, di sisi lain, Cupid lebih dikenal dengan karakternya yang ceria dan menggemaskan, meskipun tetap menyimpan sisi nakalnya yang khas. 

Di balik semua ini, menurut Times Now News, ada satu kisah yang sangat terkenal mengenai Cupid, yaitu kisahnya dengan seorang gadis bernama Psyche.

Venus, sang ibu, saat itu memerintahkan Cupid untuk membuat Psyche jatuh cinta pada monster. Namun, alih-alih melakukan itu, Cupid malah jatuh cinta pada Psyche setelah panahnya secara tak sengaja menembus dirinya sendiri.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore