Ilustrasi wawancara kerja. (Doc. Freepik)
JawaPos.com – Lika-liku menghadapi wawancara kerja setelah meninggalkan lingkungan kerja yang kurang mendukung bisa menjadi tantangan tersendiri. Seperti seorang pelaut yang berlayar dari pelabuhan yang berombak menuju lautan yang tenang, kita perlu menavigasi pertanyaan yang mungkin muncul dengan bijaksana dan penuh keanggunan.
Dalam perjalanan seperti ini, kejujuran merupakan gambaran diri kita, namun cara untuk mengungkapkan pengalaman tersebut bisa menjadi peta yang menentukan arah tujuan karir di tahapan selanjutnya.
Dilansir dari laman Aslant Legal, ada 8 cara yang penting dalam menyampaikan alasan resign dengan cara yang tidak hanya jujur, tetapi juga tetap menjaga profesionalisme dan keanggunan, meskipun pengalaman sebelumnya mungkin negatif. Ini akan membantu kamu untuk meninggalkan kesan yang baik selama wawancara.
1. Alasan pergi dari pekerjaan sebelumnya?
Menghadapi wawancara setelah meninggalkan lingkungan kerja yang buruk bisa menjadi tantangan tersendiri. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah mengenai alasan kamu pergi dari pekerjaan sebelumnya. Dalam situasi ini, penting untuk menjawab dengan cara yang positif dan profesional. Misalnya, kamu bisa mengatakan bahwa "terjadi ketidaksesuaian dalam ekspektasi."
Dengan pernyataan tersebut, kita mengakui bahwa situasi di tempat kerja sebelumnya tidak sesuai dengan harapan yang sesuai dengan keinginan, tetapi melakukannya tanpa menyalahkan pihak lain. Ini menunjukkan bahwa kamu memiliki sikap yang konstruktif dan tidak terjebak dalam emosi yang negatif.
2. Mengapa pergi begitu cepat
Saat ditanya mengapa kamu pergi begitu cepat dari pekerjaan sebelumnya, penting untuk tetap fokus pada fakta. Dengan menjelaskan bahwa prioritasmu kini telah berubah atau bahwa peran tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan. Mengingat banyak pemberi kerja memahami bahwa perubahan pekerjaan merupakan suatu hal yang umum terjadi, jadi tidak perlu merasa tertekan dalam kondisi seperti ini. Sebaliknya, alihkan pembicaraan ke posisi baru yang akan dilamar, serta menunjukkan antusiasme terhadap peluang tersebut.
3. Fokus pada pertumbuhan
Selanjutnya, penting untuk menekankan fokus pada pertumbuhan. Dengan menyatakan bahwa kamu sedang mencari kesempatan untuk tumbuh dan mengembangkan keterampilan. Ini menunjukkan bahwa setiap orang memiliki sikap positif dan berorientasi pada masa depan. Seperti berikan contoh yang spesifik tentang keterampilan yang telah dipelajari dari pengalaman sebelumnya dan bagaimana itu dapat mengubah tantangan menjadi pelajaran berharga. Ini akan mengungkapkan komitmen terhadap pengembangan pribadi dan profesional.
4. Menyoroti nilai-nilai
Selain itu, kita juga perlu menyoroti nilai-nilai yang berpegang teguh. Banyak pemberi kerja mencari kandidat yang sejalan dengan budaya perusahaan mereka. Dengan berbagi nilai-nilai positif, seperti kerja sama tim, inovasi, dan integritas, kamu dapat menunjukkan kesesuaian nilai tersebut dengan perusahaan yang dilamar.
5. Tujuan masa depan

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
