Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 Januari 2025 | 02.21 WIB

Dihantui Trauma, 7 Perilaku Seseorang yang Membawa Luka Masa Lalu ke Dalam Hubungan Baru Tanpa Mereka Sadari

Ilustrasi pasangan yang menyimpan trauma masa lalu. (Freepik) - Image

Ilustrasi pasangan yang menyimpan trauma masa lalu. (Freepik)

JawaPos.com – Ada batasan tipis antara membawa beban dari hubungan masa lalu dan membiarkan mempengaruhi hubungan baru kita. Seringkali, mereka tanpa sadar membiarkan luka masa lalunya menentukan perilaku mereka saat ini.

Dalam hubungan baru, hal ini dapat menimbulkan kesalahpahaman dan ketegangan, semuanya karena masalah yang bahkan tidak ada hubungannya dengan hubungan saat ini.

Dilansir dari Small Business Bonfire, Memahami perilaku trauma karena masa lalu bisa jadi sulit, tetapi jika kita tahu apa yang kita hadapi, semuanya akan menjadi lebih mudah.

Berikut tujuh perilaku yang sering ditunjukkan orang yang masih trauma karena masa lalunya.

1. Kompensasi berlebihan

Luka masa lalu memiliki cara tersendiri untuk membuat kita merasa tidak mampu, yang seringkali membuat kita terlalu memaksakan diri dalam hubungan baru. Mereka mungkin berusaha mengantisipasi kebutuhan pasangannya, tetapi secara berlebihan.

Hal ini membuat mereka selalu mendahulukan keinginan pasangannya, atau terus-menerus berusaha membuat pasangannya terkesan. Meskipun tindakan ini mungkin tampak seperti pasangan yang berdedikasi, tetapi ini seringkali berasal dari rasa takut tidak cukup baik.

Namun, setiap hubungan yang sehat adalah tentang saling memberi dan menerima. Ini tentang mencapai kesepakatan bersama, bukan berusaha keras untuk membuat pasangan kita selalu senang.

Kompensasi yang berlebihan dapat menyebabkan ketidakseimbangan dan kebencian. Jika kita menyadari diri sendiri atau pasangan kita terus-menerus berusaha untuk membuat orang lain terkesan, sudah waktunya untuk menghadapi luka masa lalu secara bertahap.

2. Menghindari kritik

Salah satu perilaku yang menunjukkan trauma masa lalu tanpa disadari adalah menghindari konflik dengan cara apapun. Ini karena dalam hubungan sebelumnya, perselisihan seringkali meningkat menjadi pertengkaran besar.

Hal ini dapat menguras emosi, dan kita sering tidak membiarkan hal itu terjadi dalam hubungan kita berikutnya. Kita yang memiliki trauma masa lalu cenderung mengalihkan topik pembicaraan atau bahkan setuju dengan pasangan hanya untuk menjaga kedamaian.

Namun, kita tidak menyadari bahwa hal itu dapat membuat hubungan tidak sehat. Menghindari konflik tidak akan menyelesaikan masalah, konflik hanya akan tertunda, dan membiarkan kebencian menumpuk seiring berjalannya waktu.

Hubungan yang sehat memerlukan komunikasi yang terbuka dan kemampuan untuk mengatasi konflik dengan penuh rasa hormat.

3. Mencari kepastian yang konstan

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore