
Ilustrasi pasangan
JawaPos.com - Pernahkah Anda merasa terlalu cepat jatuh cinta? Meski terdengar romantis, perasaan euforia yang intens ini bisa jadi sinyal bahaya. Pasalnya, perasaan itu lambat laun akan berubah menjadi situasi yang menguras emosi.
Fenomena ini dikenal sebagai love bombing, taktik manipulasi emosional yang sering kali disalah artikan sebagai cinta sejati. Love bombing bisa diartikan sebagai bentuk kontrol terselubung yang digunakan untuk membuat seseorang merasa terikat dan tergantung.
Lalu, seperti apa itu love bombing, siapa saja yang rentan menjadi korban, dan bagaimana mengenali tanda-tandanya? Berikut ulasannya yang telah dirangkum dari Psychology Today, Jumat (24/1).
Apa Itu Love Bombing?
Love bombing adalah perilaku yang memberikan perhatian dan kasih sayang secara berlebihan untuk menciptakan ilusi cinta mendalam atau membuat seseorang tergila-gila. Perilaku ini bisa berisiko manipulatif dimana pelaku mengendalikan seseorang melalui pujian berlebihan atau hadiah yang tidak proporsional.
Perilaku ini mulai tidak sehat bila pelaku menggunakan cara ini untuk mendapatkan kendali atas korbannya, membuatnya merasa terikat, dan akhirnya tergantung pada hubungan tersebut. Parahnya, tujuan sebenarnya bukan cinta, melainkan kekuasaan atas korban.
Siapa yang Rentan Terjebak dalam Love Bombing?
Love bombing sering kali menargetkan mereka yang merasa kesepian, baru saja bercerai, atau memiliki harga diri rendah. Orang-orang yang tumbuh dalam keluarga disfungsional atau memiliki pengalaman cinta yang tidak sehat juga lebih rentan menjadi korban.
Sementara pelaku biasanya memiliki ciri-ciri seperti, rasa tidak aman yang mendalam, ketergantungan emosional pada pasangan, gaya keterikatan yang cemas, dan kecenderungan berperilaku narsistik.
Tanda-Tanda Love Bombing
Memberikan Hadiah Berlebihan: Anda baru saja bertemu, tetapi sudah menerima perhiasan, bunga, atau tawaran liburan mewah.
Mendesak Hubungan: Pelaku ingin mempercepat komitmen, seperti mengatakan "Aku cinta kamu" terlalu cepat.
Menuntut Perhatian: Pelaku memaksa Anda memberikan waktu dan perhatian, bahkan saat Anda sibuk.
Mengabaikan Batasan: Mereka sulit menerima "tidak" dan terus mendesak.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
