
Ilustrasi seorang pria yang sombong. (Freepik)
JawaPos.com - Berhadapan dengan pria yang terlalu sombong bisa menjadi pengalaman yang sangat melelahkan. Kebiasaan mereka yang selalu ingin jadi pusat perhatian dan butuh pengakuan tanpa henti sering kali membuat orang di sekitarnya merasa kewalahan dan diabaikan.
Menghadapi tipe kepribadian seperti ini ibarat berjalan di atas kulit telur. Satu waktu mereka sibuk dengan dunianya sendiri, di waktu lain mereka menuntut perhatian penuh dari orang-orang di sekitarnya.
Meskipun sifat sombong ini bukanlah diagnosis kesehatan mental secara resmi, tetapi lebih kepada pola perilaku, hal ini tetap menjadi tantangan bagi siapa saja yang menjalin hubungan dengan mereka.
Namun, jangan khawatir. Psikologi menawarkan beberapa cara jitu untuk menghadapi pria seperti ini tanpa harus mengucapkan sepatah kata pun. Dilansir dari Geediting pada Jumat (24/1), berikut adalah tujuh teknik yang bisa kamu coba.
1. Gunakan Bahasa Tubuh untuk Menunjukkan Sikapmu
Bahasa tubuh adalah alat komunikasi yang sangat kuat, bahkan lebih efektif dari kata-kata. Ketika menghadapi pria yang sombong, isyarat nonverbal kamu bisa menyampaikan pesan yang jelas.
Misalnya, jika dia mulai mendominasi pembicaraan, kamu tidak perlu memotongnya secara verbal. Alihkan pandangan atau sedikit memutar tubuh menjauh darinya. Gestur ini secara halus menunjukkan bahwa kamu tidak tertarik pada monolognya.
Jika dia terus mencari pengakuan atau perhatian, hindari kontak mata atau gunakan ekspresi wajah yang netral. Ini memberikan pesan bahwa perilaku mencari perhatian tersebut tidak akan mendapatkan respons yang dia harapkan.
Penting untuk diingat, langkah ini bukan berarti kamu bersikap kasar, melainkan menjaga batasan dan menunjukkan bahwa kamu punya hak atas ruang dan perhatianmu sendiri.
2. Tunjukkan Ketertarikan yang Tulus pada Dunianya
Cara ini mungkin terdengar berlawanan, tetapi menunjukkan ketertarikan yang tulus terhadap kehidupan pria sombong bisa menjadi strategi efektif. Namun, ini bukan berarti kamu harus mendukung egonya, melainkan memahami apa yang membuatnya termotivasi.
Kebanyakan pria seperti ini terbiasa dengan perhatian yang dangkal. Ketika kamu menunjukkan minat yang tulus dan mengajukan pertanyaan yang mendalam, mereka mungkin mulai memahami bahwa percakapan yang sehat melibatkan timbal balik.
Misalnya, jika dia sedang bercerita tentang pekerjaannya, tanyakan tentang tantangan yang dihadapinya atau hal yang paling dia nikmati dari pekerjaannya. Dengan begitu, kamu memberikan kesempatan baginya untuk berbicara sambil secara perlahan mengarahkan percakapan ke arah yang lebih bermakna.
3. Latih Kemampuan Mendengarkan Aktif

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
