Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Januari 2025 | 18.24 WIB

Ingin Cucu dapat Mencintai Kamu Selaku Kakek Nenek Mereka? Segera Tinggalkan 8 Perilaku Ini Menurut Psikologi

Ilustrasi kakek, nenek, dan cucunya. - Image

Ilustrasi kakek, nenek, dan cucunya.

JawaPos.com – Hubungan antara kakek nenek dengan cucu sering kali menjadi salah satu ikatan yang penuh kehangatan dan kenangan indah. Namun, tidak semua hubungan ini berjalan mulus.

Menurut psikologi, beberapa perilaku tertentu dari kakek nenek bisa tanpa sadar menciptakan jarak emosional dengan cucu mereka. Meninggalkan kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat membantu membangun hubungan yang lebih erat dan penuh cinta.

Dilansir dari geediting.com pada Kamis (23/1), diterangkan bahwa terdapat delapan perilaku yang harus ditinggalkan jika ingin cucu mencintai kakek dan nenek menurut Psikologi.

1. Menghindari memanjakan berlebihan

Memberikan hadiah dan memperlakukan cucu dengan berlebihan bisa menjadi bumerang bagi hubungan yang berkualitas. Tindakan memanjakan secara material justru dapat menumbuhkan rasa entitled atau merasa berhak atas segalanya pada diri sang cucu.

Hal yang lebih berharga adalah menghabiskan waktu berkualitas bersama, seperti memasak kue atau membacakan dongeng yang akan menciptakan kenangan indah. Fokus pada pemberian pengalaman dan momen berharga akan jauh lebih bermakna dibandingkan tumpukan mainan atau makanan manis.

2. Menghargai batasan yang ada

Sering kali tanpa sadar, kakek nenek mengabaikan aturan yang telah ditetapkan oleh orangtua si cucu dengan dalih kasih sayang. Pelanggaran batas ini bisa menimbulkan ketegangan dalam hubungan dengan anak dan menantu, yang pada akhirnya berdampak pada hubungan dengan cucu.

Memahami dan menghormati keputusan orangtua dalam mendidik anak mereka justru akan menciptakan hubungan yang lebih harmonis. Penting untuk berkomunikasi dan menyesuaikan diri dengan gaya pengasuhan yang diterapkan orangtua.

3. Terbuka dengan teknologi

Di era digital seperti sekarang, menolak teknologi sama saja dengan membangun tembok pemisah dengan cucu. Tidak perlu menjadi ahli teknologi, tetapi setidaknya memahami dasar-dasar penggunaan gawai dan aplikasi yang sering digunakan cucu.

Keterbukaan terhadap teknologi ini bisa menjadi jembatan komunikasi yang efektif, terutama saat tidak bisa bertemu langsung. Memahami permainan atau aplikasi favorit cucu juga bisa menjadi topik obrolan yang menyenangkan.

4. Menghargai minat cucu

Setiap generasi memiliki ketertarikan yang berbeda, dan terkadang sulit bagi kakek nenek untuk memahami hobi atau kesukaan cucu yang tampak asing. Alih-alih mengkritik atau meremehkan, cobalah untuk menunjukkan ketertarikan dan dukungan terhadap apa yang mereka sukai, entah itu komik, musik rock, atau seni kontemporer.

Mengapresiasi keunikan dan individualitas cucu akan membuat mereka merasa dihargai. Sikap terbuka dan suportif ini akan mempererat ikatan emosional antara kakek nenek dengan cucu.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore