
Ilustrasi kakek, nenek, dan cucunya.
JawaPos.com – Hubungan antara kakek nenek dengan cucu sering kali menjadi salah satu ikatan yang penuh kehangatan dan kenangan indah. Namun, tidak semua hubungan ini berjalan mulus.
Menurut psikologi, beberapa perilaku tertentu dari kakek nenek bisa tanpa sadar menciptakan jarak emosional dengan cucu mereka. Meninggalkan kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat membantu membangun hubungan yang lebih erat dan penuh cinta.
Dilansir dari geediting.com pada Kamis (23/1), diterangkan bahwa terdapat delapan perilaku yang harus ditinggalkan jika ingin cucu mencintai kakek dan nenek menurut Psikologi.
1. Menghindari memanjakan berlebihan
Memberikan hadiah dan memperlakukan cucu dengan berlebihan bisa menjadi bumerang bagi hubungan yang berkualitas. Tindakan memanjakan secara material justru dapat menumbuhkan rasa entitled atau merasa berhak atas segalanya pada diri sang cucu.
Hal yang lebih berharga adalah menghabiskan waktu berkualitas bersama, seperti memasak kue atau membacakan dongeng yang akan menciptakan kenangan indah. Fokus pada pemberian pengalaman dan momen berharga akan jauh lebih bermakna dibandingkan tumpukan mainan atau makanan manis.
2. Menghargai batasan yang ada
Sering kali tanpa sadar, kakek nenek mengabaikan aturan yang telah ditetapkan oleh orangtua si cucu dengan dalih kasih sayang. Pelanggaran batas ini bisa menimbulkan ketegangan dalam hubungan dengan anak dan menantu, yang pada akhirnya berdampak pada hubungan dengan cucu.
Memahami dan menghormati keputusan orangtua dalam mendidik anak mereka justru akan menciptakan hubungan yang lebih harmonis. Penting untuk berkomunikasi dan menyesuaikan diri dengan gaya pengasuhan yang diterapkan orangtua.
3. Terbuka dengan teknologi
Di era digital seperti sekarang, menolak teknologi sama saja dengan membangun tembok pemisah dengan cucu. Tidak perlu menjadi ahli teknologi, tetapi setidaknya memahami dasar-dasar penggunaan gawai dan aplikasi yang sering digunakan cucu.
Keterbukaan terhadap teknologi ini bisa menjadi jembatan komunikasi yang efektif, terutama saat tidak bisa bertemu langsung. Memahami permainan atau aplikasi favorit cucu juga bisa menjadi topik obrolan yang menyenangkan.
4. Menghargai minat cucu
Setiap generasi memiliki ketertarikan yang berbeda, dan terkadang sulit bagi kakek nenek untuk memahami hobi atau kesukaan cucu yang tampak asing. Alih-alih mengkritik atau meremehkan, cobalah untuk menunjukkan ketertarikan dan dukungan terhadap apa yang mereka sukai, entah itu komik, musik rock, atau seni kontemporer.
Mengapresiasi keunikan dan individualitas cucu akan membuat mereka merasa dihargai. Sikap terbuka dan suportif ini akan mempererat ikatan emosional antara kakek nenek dengan cucu.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
