Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Januari 2025 | 15.48 WIB

Orang yang Terlalu Oversharing Kehidupan Pribadi di Media Sosial, Biasanya Menampilkan 7 Sifat Unik Ini dalam Hidup

Ilustrasi terlalu oversharing di media sosial menampilkan sifat unik ini. (Freepik) - Image

Ilustrasi terlalu oversharing di media sosial menampilkan sifat unik ini. (Freepik)

JawaPos.com - Kita semua tahu bahwa terdapat seseorang yang terlalu banyak berbagi melalui media sosial.

Mulai dari drama pribadi hingga detail hubungan intim, media sosial mereka lebih dari seperti buku harian publik daripada tempat untuk bersantai.

Meskipun berbagi berlebihan terkadang tampak tidak berbahaya (atau bahkan menghibur), hal itu seringkali mengungkapkan ciri-ciri kepribadian dan kecenderungan emosional yang lebih dalam.

Dilansir dari Geediting pada Kamis (23/1), berikut adalah 7 sifat unik yang biasa ditemukan pada orang-orang yang berbagi kehidupan pribadi mereka secara berlebihan secara online. Simak penjelasannya!

1. Haus Akan Validasi

Bagi sebagian orang, suka, komentar, atau berbagi bukan hanya keterlibatan ini merupakan bentuk dari haus akan validasi.

Mereka memposting pembaruan pribadi, bukan hanya untuk berbagi, tetapi untuk mengukur bagaimana perasaan orang lain tentang mereka. Semakin banyak tanggapan yang mereka dapatkan, semakin meyakinkan mereka.

Jika sebuah postingan tidak mendapat perhatian yang cukup, mereka mungkin menghapusnya dan mencoba lagi dengan sesuatu yang lebih dramatis.

Alih-alih mempercayai perasaan mereka sendiri, mereka melihat ke orang lain untuk memastikan bahwa mereka dicintai, penting, atau membuat pilihan yang tepat.

2. Kesulitan Menetapkan Batasan 

Bagi orang-orang yang cenderung berbagi secara berlebihan di media sosial, tidak ada garis yang jelas antara apa yang dimaksudkan untuk teman dekat dan apa yang dimaksudkan untuk hubungan digital. 

Mereka akan berbagi masalah hubungan intim, drama keluarga, atau bahkan krisis pribadi dengan orang yang hampir tidak mereka kenal.

Kurangnya batasan ini dapat menyebabkan masalah. Oversharing ini sering mengundang pendapat yang tidak diinginkan, penilaian, atau bahkan orang-orang yang menggunakan detail pribadi untuk melawan mereka.

Tetapi karena mereka berjuang untuk memisahkan masalah pribadi dari pembaruan publik, mereka mungkin tidak melihat risikonya dengan terlambat.

Batasan yang sehat berarti mengetahui apa yang harus dibagikan, kapan harus dibagikan, dan siapa yang sebenarnya perlu tahu. Tanpa mereka, kehidupan pribadi menjadi milik publik, dan itu jarang menjadi hal yang baik.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore