Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Januari 2025 | 23.08 WIB

Makna Warna Merah di Imlek dan Tradisi Unik yang Wajib Diketahui

Calon pembeli mencoba baju nuansa imlek yang dijual di kawasan Pecinan Glodok, Jakarta, Kamis (16/1/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Calon pembeli mencoba baju nuansa imlek yang dijual di kawasan Pecinan Glodok, Jakarta, Kamis (16/1/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com – Tahun Baru Imlek merupakan perayaan sakral yang hanya datang sekali dalam setahun. Tradisi ini dirayakan dengan berbagai cara, seperti makan malam keluarga, membagikan angpao, serta menghias rumah dengan ornamen khas berwarna merah.

Namun, pernahkah Anda bertanya mengapa warna merah begitu penting dalam perayaan Imlek? Warna ini tidak hanya menjadi dekorasi, tetapi juga memiliki makna mendalam dalam budaya Tionghoa.

Makna Warna Merah dalam Imlek

Dikutip Wartageospasial bagi masyarakat Tionghoa, warna merah melambangkan keberuntungan dan kebahagiaan. Dalam bahasa Mandarin, merah disebut hong, yang pelafalannya mirip dengan ong, berarti keberuntungan. Oleh karena itu, banyak aspek perayaan Imlek yang didominasi warna merah, seperti pakaian, dekorasi rumah, hingga angpao.

Selain itu, legenda Nian juga turut memperkuat tradisi ini. Dalam mitologi Tionghoa, Nian adalah monster yang takut dengan warna merah dan suara keras. Oleh karena itu, masyarakat menggantung lampion merah dan menyalakan petasan untuk mengusir roh jahat serta membawa keberuntungan.

Tradisi Unik Saat Imlek

Selain warna merah, Imlek juga memiliki berbagai tradisi khas yang masih dijaga hingga kini:

  • Membersihkan Rumah
    Menjelang Imlek, masyarakat Tionghoa membersihkan rumah sebagai simbol membuang kesialan tahun sebelumnya. Setelah Imlek tiba, menyapu rumah dianggap tabu karena dipercaya bisa menghilangkan keberuntungan.

  • Makanan Khas Imlek
    Hidangan khas seperti kue keranjang, jeruk, ayam utuh, dan mie panjang umur selalu tersaji dalam perayaan Imlek. Masing-masing makanan memiliki makna keberuntungan dan kemakmuran.

  • Dilarang Makan Bubur
    Bubur dianggap sebagai simbol kemiskinan, sehingga tidak disajikan saat perayaan Imlek.

  • Petasan dan Kembang Api
    Suara petasan dipercaya mengusir energi negatif dan membawa keberuntungan.

  • Pentas Barongsai dan Liong
    Tarian Barongsai dan Liong menjadi simbol kebahagiaan serta dipercaya membawa keberuntungan dan mengusir roh jahat.

  • Membagikan Angpao
    Angpao diberikan kepada anak-anak dan orang yang belum menikah sebagai simbol doa dan harapan baik. Uang dalam angpao tidak boleh bernilai angka empat karena dianggap membawa kesialan.

  • Mengunjungi Saudara
    Imlek menjadi momen untuk mempererat hubungan keluarga dengan saling berkunjung dan berbagi kebahagiaan.

  • Tradisi Yu Sheng
    Tradisi makan salad bersama ini dilakukan dengan cara mengaduk makanan setinggi mungkin sebagai simbol harapan rezeki yang meningkat.

  • Editor: Ilham Safutra
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore