Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Januari 2025 | 16.59 WIB

8 Tanda Orang Sukses tapi Tak Sepenuhnya Bahagia Menurut Psikologi, Kok Bisa?

Ilustrasi orang yang sukses, tapi tidak bahagia. (Freepik)

JawaPos.com – Kesuksesan seringkali dianggap sebagai jalan menuju kebahagiaan, tetapi menurut psikologi, ada orang-orang yang meskipun sukses, tidak sepenuhnya merasa bahagia.

Fenomena ini mencerminkan bahwa kesuksesan material atau profesional tidak selalu berbanding lurus dengan kepuasan emosional.

Orang-orang ini mungkin terus merasa ada yang kurang dalam hidup mereka, entah itu hubungan yang bermakna, waktu untuk diri sendiri, atau perasaan pencapaian sejati di luar aspek karier.

Dilansir dari geediting.com pada Senin (20/1), diterangkan bahwa terdapat delapan tanda seseorang yang telah sukses namun mereka tidak sepenuhnya bahagia atas pencapaiannya menurut Psikologi.

  1. Konstan mengejar pencapaian berikutnya

Dalam perjalanan menuju kesuksesan, sering kali kita terjebak dalam siklus tanpa akhir yang dikenal dengan 'hedonic treadmill', di mana setiap pencapaian baru hanya memberikan kebahagiaan sementara sebelum kembali ke titik awal.

Fenomena ini membuat seseorang terus-menerus mencari pencapaian yang lebih besar untuk mengisi kekosongan yang dirasakan, meskipun prestasi sebelumnya sudah sangat mengesankan.

Rasa puas yang semakin memudar dari setiap kesuksesan menjadi pertanda bahwa kebahagiaan sejati belum tercapai.

Perjalanan menuju kesuksesan seharusnya bukan hanya tentang mengejar target, tetapi juga tentang menemukan kegembiraan dalam setiap prosesnya.

  1. Terputus dari orang-orang tersayang

Kesibukan dan dedikasi terhadap pekerjaan sering kali membuat seseorang tanpa sadar mengorbankan waktu bersama keluarga dan teman-teman. Hubungan personal mulai terkikis ketika fokus yang berlebihan diberikan pada pencapaian karir, menciptakan rasa kesepian yang mendalam meski dikelilingi kesuksesan.

Psikologi mengonfirmasi bahwa fenomena ini umum terjadi di kalangan orang-orang sukses, di mana mereka menjadi terlalu tenggelam dalam pekerjaan hingga mengabaikan aspek relasi personal. Kesuksesan sejati seharusnya mencakup keseimbangan antara prestasi profesional dan hubungan yang sehat dengan orang-orang terdekat.

  1. Mengabaikan perawatan diri

Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang bekerja lebih dari 50 jam per minggu cenderung mengalami penurunan kesehatan fisik dan mental. Pola makan yang tidak teratur, kurang tidur, dan minimnya aktivitas fisik menjadi hal yang lumrah dalam pengejaran kesuksesan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore