
Ilustrasi anggota keluarga yang menunjukkan sikap toxic. (Feepik)
JawaPos.com – Beberapa anggota keluarga tidak selalu dapat memberikan dampak positif. Kadang kala, beberapa dari mereka sering membawa pengaruh negatif yang cenderung mengarah dalam lingkungan yang toxic.
Menghadapi anggota keluarga yang sulit bisa menjadi tantangan yang cukup besar, yang membutuhkan lebih dari sekadar kesabaran. Namun, di balik itu semua, ada orang-orang yang tampaknya dapat menanganinya dengan anggun dan tenang.
Dilansir dari laman Geediting, berikut 5 tips untuk menghadapi anggota keluarga yang selalu membawa pengaruh buruk dan negatif.
Anggota keluarga yang toxic memiliki sifat atau perilaku yang cenderung buruk. Mereka seperti awan badai yang menunggu untuk menghancurkan pesta anda. Mereka mungkin tidak menyadari bahwa mereka bersikap negatif.
Sering kali, mereka terjebak dalam pola perilaku yang mereka pelajari dari pengalaman mereka sendiri. Meskipun bukan tugas anda untuk menganalisis mereka, memahami asal muasalnya dapat membantu anda tetap tenang.
Ini bukan berarti anda harus menerima atau memaafkan perilaku mereka. Ini tentang membekali diri anda dengan peralatan untuk melewati badai petir tanpa basah kuyup.
Jadi lain kali mereka mulai membuat keributan, ingat kiat ini. Ini adalah langkah pertama anda untuk menghadapi anggota keluarga yang beracun tanpa kehilangan ketenangan.
Merawat diri sendiri itu penting. Kita mudah terhanyut oleh hal-hal negatif dan lupa bahwa kita perlu menjaga kesehatan mental dan fisik kita sendiri.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa peserta yang terlibat dalam pengurangan stres berbasis kesadaran, memiliki lebih sedikit perasaan kesepian dan peningkatan perasaan kasih sayang terhadap orang lain dan terhadap diri mereka sendiri.
Jadi, lanjutkan dan berikan diri anda sedikit perhatian ekstra. Percayalah, itu tidak egois, namun sangat perlu untuk dilakukan demi kebaikan banyak pihak.
Berurusan dengan anggota keluarga yang toxic sering kali terasa seperti pertempuran yang melelahkan. Namun, ingatlah, anda tidak harus menghadapinya sendirian.
Sangat disarankan untuk menghubungi orang-orang yang anda percaya seperti teman, pasangan, atau bahkan mentor.
Bicarakan dengan mereka tentang apa yang sedang anda alami. Jika sudah, anda akan terkejut betapa menenangkannya berbagi pengalaman dan menerima nasihat dari seseorang yang tidak terlibat langsung dalam situasi tersebut.
Jika keadaan benar-benar menjadi sulit, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Ingat, meminta bantuan bukanlah tanda kelemahan, tetapi tanda kekuatan.
Meminta bantuan menunjukkan bahwa anda cukup berani untuk mengakui situasi dan mengambil langkah untuk memperbaikinya.
Perilaku yang toxic sering kali berasal dari rasa sakit atau rasa tidak aman. Dengan menunjukkan sikap empati dengan cara mengakui perasaan mereka tanpa membiarkannya memengaruhi anda.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
