
Ilustrasi Guiding Block di Trotoar. (freepik)
JawaPos.com - Di bawah kaki kita, di sepanjang trotoar, terhampar jejak-jejak taktil yang sering terabaikan.
Padahal jejak-jejak tersebut bukan sekadar pola ubin untuk estetika trotoar, melainkan panduan inklusif bagi penyandang tunanetra alias guiding block.
Pemandangan ini merupakan bentuk penyediaan lingkungan publik yang inklusif dan aksesibel.
Melansir dari RRI, guiding block, atau juga dikenal sebagai tactile paving, merupakan sistem permukaan trotoar bertekstur yang dirancang khusus untuk membantu penyandang tunanetra dalam melakukan navigasi dengan aman dan mandiri di ruang publik.
Pada dasarnya, pemasangan ubin dengan material khusus ini terpasang di area pejalan kaki, seperti di trotoar, stasiun, dan ruang publik lainnya.
Ciri khas guiding block adalah permukaannya yang memiliki tekstur timbul yang berupa garis-garis lurus atau bulatan titik-titik.
Tekstur tersebut didesain agar mudah dideteksi oleh tunanetra menggunakan sentuhan langkah kaki juga ujung tongkat tunanetra.
Tekstur guiding block tersebutlah yang memberikan informasi penunjuk arah bagi tunanetra.
Informasi yang diberikan tentunya berkisar pada informasi tentang arah, peringatan bahaya, dan lokasi fasilitas.
Penggunaan desain teksturnya juga memiliki arti dan fungsinya masing-masing. Seperti ubin dengan tekstur garis-garis memanjang, mengindikasikan jalur yang aman untuk diikuti oleh tunanetra untuk berjalan lurus.
Sedangkan, tekstur bulatan titik-titik timbul memberikan informasi tanda peringatan adanya perubahan kondisi di depan, seperti persimpangan, belokan, tangga, atau rintangan.
Dengan demikian, guiding block berfungsi untuk membangun aksesibilitas untuk tunanetra berjalan mandiri dengan lebih percaya diri.
Sejarah dan Penemu Guiding Block
Mengutip dari Perkins.org, ide guiding block pertama kali dicetuskan oleh ilmuwan Jepang yang bernama Seiichi Miyake pada tahun 1965.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
