
AKU INGIN: Diperagakan model, Mikayla Alesha menuliskan beberapa resolusi yang ingin dicapai pada 2025. (Foto: RIANA SETIAWAN/JAWA POS)
Pergantian tahun sering kali menjadi momen refleksi dan perencanaan untuk menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Tak hanya bagi orang dewasa, si kecil juga bisa diajak merancang resolusi. Kebiasaan itu dapat membangun karakter positif anak di kemudian hari.
MERANCANG resolusi bukan sekadar selebrasi pergantian tahun. Melainkan juga langkah awal untuk menanamkan nilai-nilai penting, antara lain disiplin, tanggung jawab, dan kegigihan. Ajak serta si kecil untuk membuat list apa saja yang ingin dicapainya di tahun baru.
Hal itu bisa dimulai sejak anak usia preschool. Ketika anak sudah punya preferensi sehingga dapat memilih jalan yang diinginkan sendiri. ”Bikin resolusi dapat membantu ortu mengetahui minat dan keinginan anak. Ini penting karena terkadang sudah remaja pun masih kebingungan dengan minatnya, apa yang ingin dituju dalam hidup,” papar Azka Ghaisani Nabila MPsi Psikolog.
Bagaimana cara mengajak anak bikin resolusi? Pada anak usia TK hingga awal SD, ortu bisa melakukan pendekatan konkret. Bisa dengan bantuan media seperti buku cerita maupun permainan.
”Misalnya, ada board (papan) dengan nama-nama bulan, anak diajak mengingat dari Januari sampai Desember sudah melakukan apa saja. Beri apresiasi, keren sudah bisa melakukan ini itu. Lalu, pada 2025 mau ngapain, pencapaian apa lagi yang ingin dilakukan,” kata psikolog klinis di Pusat Tumbuh Kembang Anak dan Remaja Bee Genius itu memberi contoh.
Peran ortu membantu anak menyusun resolusi dengan memberikan opsi-opsi. Kemudian anak menentukan pilihannya. Bila ortu yang dominan dan membuatkan resolusi sepihak, itu bisa jadi beban untuk anak. Karena itu, anak perlu diberi keleluasaan untuk mengontrol diri.
”Misalnya, resolusi anak tidak berhubungan dengan akademik, ingin belajar basket atau ingin jago menggambar. Ortu bisa menanyakan bagaimana soal sekolah, abang ingin meningkatkan nilai untuk mata pelajaran apa saja? Jadi, tidak langsung meminta anak juara I,” sambungnya.
Tugas ortu pula untuk mengarahkan dan membantu anak mencapai resolusinya. Termasuk menyemangati saat anak mulai jenuh atau kehilangan motivasi dalam prosesnya. ”Jenuh hal yang wajar. Kadang kita sangat bersemangat, kadang mulai redup,” ucap psikolog @tigagenerasi itu.
Asal, hal tersebut tidak terjadi berlarut-larut. ”Anak lagi jenuh les menggambar, tidak apa-apa sehari bolos. Alihkan ke aktivitas lain terlebih dulu untuk mengisi kejenuhannya, nanti lanjut lagi ke komitmen awal (les menggambar),” tutur Azka.
Lantas, bagaimana jika anak gagal mencapai resolusinya? Dampingi anak. Berikan pemahaman bahwa gagal itu wajar. Validasi kesedihan dan kekecewaannya. Lalu, bantu anak bangkit. ”Dulu mama-papa juga pernah gagal. Kita coba sama-sama lagi, yuk. Ajak anak mencari tahu penyebab kegagalannya dan urai prosesnya. Ortu bisa bantu memberikan solusi,” imbuh Azka.
Apabila anak berhasil mencapai resolusinya, berikan apresiasi. Dengan begitu, anak akan mau melakukannya lagi pada tahun-tahun berikutnya. Azka menyebut membuat resolusi memberikan banyak manfaat untuk perkembangan anak. Di antaranya, lebih percaya diri, mandiri, disiplin, dan harga dirinya meningkat.
”Manfaat jangka panjangnya anak jadi lebih terorganisasi saat bersekolah atau bekerja. Mereka juga mudah membuat skala prioritas sehingga ketika banyak tugas, tidak kewalahan dan lebih multitasking,” ungkapnya. (lai/c7/nor)

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
