
Ilustrasi orang terhipnotis. (Vecteezy).
JawaPos.com – Hipnoterapi merupakan terapi psikologis yang memanfaatkan metode hipnotis untuk membantu mengobati penyakit mental dan fisik tertentu. Hipnoterapi juga dapat digunakan untuk merubah suatu kebiasaan seseorang.
Hipnoterapi pada umumnya digunakan untuk menghilangkan atau meringankan efek negatif dari gangguan psikologi, seperti trauma, fobia, depresi, kecemasan berlebih, dan sebagainya. Selain itu, hipnoterapi juga bisa digunakan untuk meringankan rasa sakit fisik yang tak tertahan.
Saat menjalani pengobatan jenis ini, seorang pasien akan dituntun masuk ke dalam keadaan fokus dan rileks yang mendalam. Saat berada dalam kondisi ini, sang hipnoterapis kemudian akan memberikan sugesti tertentu untuk meringankan keluhan si pasien.
Apakah Hipnoterapi Manjur?
Metode pengobatan psikologi ini merupakan metode alternatif yang dapat digunakan untuk menyembuhkan suatu penyakit, terutama penyakit mental.
Dilansir dari Royal College of Psychiatrists dan Cleveland Clinics, hipnoterapis dapat sangat efektif untuk menyembuhkan trauma, fobia, kecemasan berlebih, atau depresi. Akan tetapi dalam menjalankan praktik ini, sangat disarankan untuk dilakukan oleh hipnoterapis profesional dan bersertifikasi resmi.
Apabila seseorang telah memutuskan untuk menggunakan hipnoterapi, sangat dianjurkan untuk terus melakukan pengontrolan progres secara rutin. Hal itu penting, karena mungkin saja efek dari hipnotis hilang atau mulai pudar.
Layaknya pengobatan alternatif pada umumnya, hipnoterapi juga memiliki kemungkinan gagal. Selain itu, tindakan ini juga memiliki resiko, seperti membuat ingatan palsu, atau memperparah keluhan.
Cara Kerja Hipnoterapi
Saat hipnoterapi, tahap awal yang dilakukan adalah membuat si pasien merasa tenang dan fokus. Seorang hipnoterapis biasanya akan menggunakan memberikan instruksi untuk mengatur pernapasan agar pasien rileks dan fokus.
Setelah merasa rileks dan fokus, tahapan selanjutnya adalah membuat pasien masuk ke alam bawah sadarnya. Langkah ini sering kali melibatkan hitungan mundur atau instruksi untuk membayangkan sesuatu, seperti berjalan di Lorong menuju sumber cahaya, dan sebagainya.
Bisanya pada tahap ini pula pasien perlahan-lahan akan tertidur dan masuk ke alam bawah sadarnya. Apabila sudah pada fase ini, maka seseorang akan lebih peka terhadap sugesti dan terbuka dalam menceritakan masalahnya.
Tahapan berikutnya adalah pemberian sugesti. Pada umumnya si pasien akan diminta untuk menceritakan alasan dari keluhannya, dan diarahkan untuk merubah persepsinya mengenai suatu hal yang dianggap mengganggu.
Hipnoterapis akan menggunakan pilihan-pilihan kata tertentu untuk melakukan hal tersebut. Pemberian sugesti ini tidak dapat dilakukan secara sembarangan, dan harus dilakukan sesuai prosedur yang ada.
Contoh sederhananya adalah jika seseorang memiliki fobia terhadap anjing, maka pada fase ini seorang hipnoterapis akan mencari tahu mengapa pasiennya takut anjing, dan kemudian secara hati-hati akan merubah persepsi tersebut agar rasa takutnya terhadap anjing hilang atau berkurang.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
