
Ilustrasi orang yang memilih diam setelah bertengkar.
JawaPos.com - Bertengkar dengan pasangan merupakan suatu hal yang normal karena pada dasarnya setiap manusia memiliki sudut pandang berbeda dalam menilai suatu hal.
Hal yang paling penting untuk ditekankan bukan menghindari pertengkaran, melainkan cara pasangan untuk menanggapi pertengkaran tersebut. Entah harus diselesaikan saat itu juga, dibiarkan berlarut-larut, atau mungkin memilih diam.
Dilansir dari laman Blog Herald pada (29/12) orang yang memilih diam setelah bertengkar dengan pasangan, cenderung menunjukkan 8 perilaku ini menurut psikologi:
1. Selalu menarik diri
Terkadang hal itu terjadi secara halus dan perlahan seiring berjalannya waktu. Seringkali, ketika hal itu terjadi, sulit untuk dikenali sampai salah satu pasangan merasa tidak didengarkan, tidak terlihat, dan ditinggalkan secara emosional.
Dalam beberapa kasus, mereka mungkin tampak tenggelam dalam pikirannya, menolak mempertahankan kontak mata atau terlibat dalam percakapan apapun.
2. Berkomunikasi secara tidak langsung
Setelah bertengkar dengan pasangan, mungkin dia akan berubah dalam gaya komunikasinya, seperti tidak lagi mengungkapkan pikiran dan perasaan secara terbuka. Sebaliknya, menggunakan metode komunikasi tidak langsung.
Misalnya, dia menggunakan media sosial untuk mengekspresikan emosinya, memposting pesan samar, atau membagikan postingan yang secara tidak langsung berhubungan dengan argumen pasangannya.
3. Tampak sangat tenang
Kamu mungkin mengira seseorang yang melakukan tindakan diam akan terlihat jelas-jelas kesal atau terlihat marah, tapi hal ini tidak selalu terjadi.
Faktanya, dia mungkin terlihat sangat tenang setelah bertengkar, menjalani rutinitas sehari-hari seolah-olah tidak terjadi apa-apa, sama sekali mengabaikan masalah yang belum terselesaikan.
Hal ini dapat membuat pasangannya merasa bingung dan tidak yakin. KAmu mungkin mempertanyakan apakah argumen tersebut merupakan masalah besar, atau apakah perasaan dapat dibenarkan.
4. Memutarbalikkan kesalahan
Setelah pertengkaran terjadi, alih-alih melakukan refleksi diri atau mencoba memahami sudut pandang, dia malah menyalahkan pasangannya. “Kamu terlalu sensitif” atau “kamu bereaksi berlebihan” adalah ungkapan yang mungkin lebih sering kamu dengar.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
