Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 Desember 2024 | 00.14 WIB

8 Senjata yang Digunakan Orang Narsistik untuk Unggul dalam Pertengkaran dan Perdebatan

Ilustrasi narsistik. (pexels.com) - Image

Ilustrasi narsistik. (pexels.com)

JawaPos.com - Orang narsistik sering kali memiliki bakat alami untuk mengubah argumen menjadi panggung pribadi mereka. Mereka ahli memanipulasi narasi agar sesuai dengan kebutuhan mereka, sering membuat orang lain merasa bingung dan bahkan mempertanyakan kewarasan mereka sendiri. 

Dalam setiap perdebatan, mereka menggunakan berbagai taktik untuk memenangkan pertengkaran dan memastikan kendali tetap berada di tangan mereka. 

Dilansir dari laman Smallbiz Technology pada Sabtu (28/12) berikut adalah delapan senjata favorit mereka yang sering digunakan untuk memenangkan konflik.

1. Gaslighting

Pernahkah Anda merasa seperti kehilangan kendali atas kenyataan setelah berbicara dengan seseorang? Jika iya, besar kemungkinan Anda menjadi korban gaslighting. 

Ini adalah salah satu senjata orang narsistik yang paling ampuh. Mereka akan dengan sengaja memutarbalikkan fakta, membuat Anda mempertanyakan ingatan, persepsi, atau bahkan kewarasan Anda sendiri. 

Gaslighting adalah bentuk perilaku manipulatif yang membuat Anda merasa bersalah atau tidak yakin dengan pandangan Anda, sementara mereka tetap terlihat benar.

2. Serangan Personal

Ketika argumen menjadi panas, narsisis cenderung mengubah diskusi menjadi pembunuhan karakter. Alih-alih berfokus pada topik utama, mereka menyerang kepribadian atau kelemahan Anda. 

Tujuannya adalah untuk mengalihkan perhatian dari mereka dan membuat Anda sibuk membela diri. Dengan begitu, mereka bisa melarikan diri dari tanggung jawab atas kesalahan atau masalah yang sedang dibahas.

3. Menunjukkan Superioritas

Orang narsistik sering merasa perlu menunjukkan bahwa mereka lebih unggul dari orang lain. Dalam sebuah argumen, mereka akan memamerkan kecerdasan, prestasi, atau status sosial mereka untuk membuat Anda merasa kecil. 

Mereka bahkan bisa menggunakan bahasa yang rumit atau jargon yang tidak familiar untuk mengintimidasi Anda. Semua ini dilakukan demi menciptakan kesan bahwa mereka lebih tahu dan lebih berhak.

4. Playing Victim

Salah satu cara terbaik seorang narsisis untuk keluar dari situasi sulit adalah dengan memposisikan diri mereka sebagai korban. Mereka akan memutarbalikkan fakta, membuat Anda tampak seperti pelaku, dan menggambarkan diri mereka sebagai pihak yang tersakiti. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore