
Ilustrasi 9 perilaku umum yang membuat orang menjadi sasaran empuk penipuan. (freepik/jcomp)
JawaPos.com - Menjadi korban penipuan dapat menjadi pengalaman yang menyakitkan. Sayangnya, beberapa orang tampaknya menjadi target yang lebih mudah ditipu daripada yang lainnya.
Menurut psikologi, ternyata ada beberapa pola di balik seseorang yang mudah tertipu. Mereka memiliki perilaku tertentu yang membuatnya lebih rentan terhadap penipuan.
Dilansir dari Geediting, terdapat ciri-ciri tertentu yang dapat membuat seseorang lebih mudah tertipu. Inilah 9 perilaku umum yang membuat orang menjadi sasaran empuk penipuan.
1. Percaya pada kebaikan orang lain
Ada daya tarik tertentu dalam memercayai kebaikan hati manusia. Namun, menurut psikologi, hal ini dapat membuat mereka menjadi sasaran empuk bagi penipu. Bukan berarti menjadi sinis atau mulai meragukan semua orang di sekitar, tetapi menjadi skeptisme dapat membantu melindungi dari penipuan.
Penipu seringkali memanfaatkan kepercayaan dan itikad baik seseorang. Mereka menampilkan diri sebagai individu yang dapat dipercaya atau perusahaan yang sah dan memikat korbannya agar mengikuti rencana jahat mereka.
2. Menderita 'efek halo'
Efek halo adalah sebuah konsep psikologis yang menggambarkan kecenderungan kita untuk membentuk kesan menyeluruh tentang seseorang berdasarkan satu sifat positif. Misalnya jika seseorang tampan, kita akan berasumsi bahwa mereka juga baik, cerdas, dan dapat dipercaya.
Bias kognitif ini dapat membuat kita lebih rentan terhadap penipuan. Penipu seringkali menampilkan diri mereka dalam cahaya yang positif, memamerkan sifat-sifat menarik untuk mendapatkan kepercayaan kita. Setelah mereka membangun citra positif ini, kita cenderung mengabaikan tanda-tanda bahaya apapun.
3. Mengabaikan 'efek devil'
Meskipun 'efek halo' dapat membuat kita rentan terhadap penipuan, efek serupa yang kurang dikenal yaitu 'efek devil', bisa sangat berbahaya. Fenomena psikologis ini pada dasarnya adalah kebalikan dari 'efek halo'.
Efek devil adalah situasi ketika kita membentuk opini negatif tentang seseorang berdasarkan satu sifat yang tidak disukai. Penipu menyadari bias ini dan mereka sering menggunakannya untuk keuntungan mereka.
Mereka sengaja mengungkapkan kelemahan kecil yang tampaknya tidak berbahaya untuk membuat tindakan mereka lebih menyakitkan. Logikanya sederhana tetapi berlawanan dengan intuisi. Dengan mengungkap kekurangan, mereka tampak lebih manusiawi, lebih autentik.
4. Orang yang selalu berkata 'ya'
Beberapa dari kita mungkin senang menyenangkan orang lain. Kita merasa sulit untuk menolak permintaan atau tawaran, bahkan ketika permintaan atau tawaran itu tampak mencurigakan atau terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
