
Ilustrasi tiga keterampilan tenang yang digunakan orang cerdas untuk mendapatkan perhatian dan promosi di tempat kerja. (Pexels/Christina Morillo)
JawaPos.com - Ciri-ciri lingkungan yang tenang di tempat kerja meliputi praktik kesederhanaan dan kerendahan hati, lebih banyak mendengarkan daripada berbicara, menundukkan kepala saat bekerja, dan menghindari konflik.
Sedangkan lingkungan yang aktif meliputi berbicara tentang kemenangan dan melakukannya dengan percaya diri, tidak takut untuk berbicara, menantang orang lain, dan memprioritaskan jaringan dan bersosialisasi.
Bagi mereka yang tumbuh dengan ketenangan di rumah, kemampuan untuk memberikan ide-ide bisa terasa jauh lebih rumit, terutama ketika berada dalam lingkungan perusahaan yang serba cepat dan kompetitif. Ini bukan tentang menjadi keras atau tenang dalam arti volume, tetapi lebih jauh.
Dilansir dari Your Tango, inilah tiga keterampilan tenang yang digunakan orang cerdas untuk mendapatkan perhatian dan promosi di tempat kerja.
1. Kemampuan menciptakan lingkungan kerja yang menginspirasi
Kreativitas dapat tumbuh subur di lingkungan yang lapang, penuh warna, dan menggugah pikiran. Bilik-bilik kerja yang steril dan biasa-biasa saja tidak banyak memberi inspirasi selain keinginan agar jam 5 sore datang lebih cepat.
Menciptakan lingkungan yang dapat mendukung aliran kreatif dan produktif adalah pengalaman individual yang mungkin memerlukan beberapa percobaan dan kesalahan sebelum menjadi tempat kerja ideal. Mereka akan betah berada di ruangan yang nyaman dan tempat yang sama untuk menghasilkan lebih banyak lagi.
2. Kemampuan untuk melakukan curah pendapat
Kuantitas lebih efektif daripada kualitas saat bertukar pikiran. Menghasilkan banyak ide pada awalnya akan meningkatkan kemungkinan menghasilkan solusi berkualitas tinggi dengan menyediakan lebih banyak pilihan untuk dipilih nanti.
Bayangkan bagaimana seorang fotografer mengambil lusinan foto untuk mendapatkan satu yang layak dikenang. Ingatkan diri sendiri bahwa kamu akan memiliki kesempatan untuk menyaring ide-ide dan mengevaluasinya nanti.
3. Kemampuan menerima kekacauan
Ingatkan diri bahwa kekacauan, kekusutan, dan ambiguitas seringkali mendahului terobosan kreatif. Tidak ada yang perlu ditakutkan dengan tenggelam di dalam kekacauan atau masalah yang terjadi.
Perusahaan tidak akan hancur hanya karena "bagaimana jika", "bagaimana kalau", dan "bukankah akan keren jika" muncul di sebuah rapat. Meskipun setiap orang memiliki kelebihan dalam berpikir, kenyataannya ide yang kreatif tidak sepenuhnya datang sendiri. Dibutuhkan kerja sama untuk dapat menonjolkan ide-ide ini.
***

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
