Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Desember 2024 | 00.49 WIB

Duduk vs Rebahan, Mana yang Lebih Buruk bagi Kesehatan? Ini Penjelasannya

ilustrasi orang yang rebahan. Sumber foto: Freepik - Image

ilustrasi orang yang rebahan. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Tidak beraktivitas selama berjam-jam bisa menyebabkan kenaikan berat badan dan merusak aspek kesehatan lainnya.

Untuk menghindari terlalu banyak duduk, apakah rebahan lebih baik?

Beberapa orang yang bermalas-malasan mungkin memilih untuk rebahan atau berbaring karena dianggap dapat mengurangi efek buruk dari duduk berlebihan.

Sementara itu, para ahli tidak menganjurkan duduk atau rebahan karena keduanya merupakan gaya hidup sedentary dan dapat merugikan kesehatan dalam jangka panjang.

Dampak terlalu lama duduk

Duduk dalam waktu lama dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih tinggi.

Dikutip dari Times of India, Selasa (24/12), penelitian menunjukkan bahwa duduk memperlambat sirkulasi darah dan meningkatkan kemungkinan serangan jantung.

Duduk dalam waktu lama juga dapat menyebabkan postur tubuh yang buruk, memicu masalah tulang belakang, leher, dan bahu, dan mempercepat degenerasi cakram tulang belakang.

Bahkan olahraga teratur tidak dapat sepenuhnya mengimbangi risiko duduk berlebihan karena penelitian menyoroti bahwa lebih dari 10,5 jam waktu duduk setiap hari dikaitkan dengan risiko gagal jantung dan kematian kardiovaskular yang lebih tinggi.

Dampak rebahan

Rebahan untuk istirahat sering dilakukan banyak orang. Namun, jika berlebihan di luar jam tidur dapat menyebabkan masalah.

Misalnya, dapat melemahkan otot, meningkatkan akumulasi lemak, dan memperlambat proses metabolisme, terutama pada orang yang terbaring di tempat tidur.

Kebiasaan rebahan dapat menyebabkan efek negatif yang sama dari duduk, seperti berkurangnya pengeluaran energi.

Satu-satunya pengecualian ialah tidur. Tubuh membutuhkan sekitar delapan jam untuk istirahat guna menyelesaikan berbagai proses perbaikan fisiologis.

Jadi kesimpulannya, rebahan bermanfaat hanya jika dilakukan untuk istirahat dan pemulihan, sementara terlalu lama duduk tidak memberikan manfaat dan harus dihindari.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore