Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 Desember 2024 | 20.35 WIB

Orang yang Memprioritaskan Kebahagiaan Mereka Akan Menghindari 4 Perilaku Beracun Ini

 

Kebiasaan hidup bahagia menurut Psikologi.

JawaPos.com - Kebahagiaan adalah sebuah pilihan, bukan hasil. Ini adalah sesuatu yang Anda kejar secara aktif, bukan sesuatu yang terjadi begitu saja.

Ketika kita memprioritaskan kebahagiaan kita, kita secara sadar menghindari perilaku tertentu yang dapat menguras sukacita dan ketenangan pikiran kita. Inilah yang saya sebut sebagai 'perilaku beracun'.

Sekarang, menghindari perilaku beracun ini tidak selalu mudah. Namun, mereka yang menghargai kebahagiaan mereka telah menguasai seni untuk menghindari jebakan-jebakan ini.

Dalam artikel ini, saya akan berbagi dengan Anda 4 perilaku beracun yang dihindari oleh orang-orang yang bahagia seperti wabah. Ikuti saya, dan mari kita melakukan perjalanan menuju Anda yang lebih bahagia. Berikut 4 perilakunya, dikutip dari hackspirit pada Rabu (11/12).

1) Terlalu banyak berpikir

Kita semua pernah mengalaminya. Terbangun di malam hari, mengulang-ulang percakapan di kepala kita, mengkhawatirkan hal-hal yang belum terjadi, dan terobsesi dengan setiap detail kecil.

Selamat datang di dunia berpikir berlebihan. 

Terlalu banyak berpikir adalah perilaku beracun yang dapat merusak kebahagiaan Anda. Ini seperti roda pikiran hamster yang terus berputar, mencegah Anda untuk bergerak maju.

Orang-orang yang bahagia mengetahui hal ini, dan mereka secara sadar menghindari jatuh ke dalam perangkap ini. Mereka memahami bahwa memikirkan masalah tidak akan menyelesaikannya, hanya akan memperbesar masalah tersebut.

Sebaliknya, mereka fokus pada hal-hal yang dapat mereka kendalikan dan melepaskan hal-hal yang tidak dapat mereka kendalikan. Mereka percaya pada kemampuan mereka untuk menangani apa pun yang menghadang, dan mereka percaya bahwa semuanya akan baik-baik saja pada akhirnya.

Jadi, jika Anda ingin memprioritaskan kebahagiaan Anda, perilaku beracun pertama yang harus Anda hentikan adalah terlalu banyak berpikir. Lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, tapi ingat: ini adalah langkah pertama menuju Anda yang lebih bahagia

2) Menyimpan dendam

Saya ingat saat seseorang yang dekat dengan saya melakukan sesuatu yang benar-benar menyakiti perasaan saya. Saya marah, kesal, dan merasa dikhianati. Untuk sementara waktu, saya menyimpan dendam itu dengan erat, seperti selimut kebencian. 

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore