Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 7 Desember 2024 | 16.53 WIB

Orang yang Salah Menetapkan Tujuan Biasanya Melakukan 9 Kebiasaan Ini, Salah Satunya Tidak Terukur

Ilustrasi orang menetapkan tujuan (Christina Morillo/pexels.com) - Image

Ilustrasi orang menetapkan tujuan (Christina Morillo/pexels.com)

JawaPos.com - Orang yang salah menetapkan tujuan sering kesulitan mencapainya karena tujuan yang tidak jelas, realistis, atau sesuai dengan kemampuan.

Mereka cenderung tidak membagi tujuan besar menjadi langkah-langkah kecil dan konkret yang membuat mereka merasa kewalahan dan kurang termotivasi.

Selain itu, mereka sering menetapkan target yang terlalu tinggi tanpa memperhitungkan keterbatasan diri, di mana ini dapat menimbulkan rasa gagal. Kurangnya fleksibilitas dalam menyesuaikan tujuan juga menghambat pencapaian.

Maka dari itu, penting bagi mereka dalam menetapkan tujuan yang lebih spesifik, terukur, dan realistis agar lebih fokus dan termotivasi. Dikutip dari fullfocus.co, orang yang salah dalam menetapkan tujuan biasanya melakukan berbagai kebiasaan ini, salah satunya tidak terukur.

1. Tidak menulisnya

Jika tujuan hanya ada dalam pikiran tanpa ditulis, itu tetap hanya sebuah aspirasi sesuatu yang bersifat abstrak dan tidak memiliki arah yang jelas. Tanpa penulisan, tujuan tersebut tidak punya kekuatan untuk mendorong tindakan atau perubahan. Akan tetapi, begitu menuliskannya, kamu mulai mengubah aspirasi tersebut menjadi rencana yang lebih konkret.

Menulis tujuan memungkinkanmu mengklarifikasi dengan tepat apa yang ingin dicapai, serta memberikan gambaran lebih jelas tentang langkah-langkah yang diperlukan guna mencapainya. Proses menuliskan tujuan ini juga membantu memfokuskan pikiran dan energimu pada pencapaian yang hendak diraih, menjadikannya lebih nyata dan bisa dicapai.

2. Terlalu banyak menciptakan sesuatu

Memiliki beberapa tujuan hidup adalah hal yang wajar, namun terlalu banyak tujuan justru dapat menghambat pencapaian kita. Penelitian dalam bidang psikologi kognitif menunjukkan bahwa otak manusia punya kapasitas terbatas dalam memproses informasi dan mengambil keputusan.

Ketika kita terlalu banyak memikirkan berbagai tujuan, perhatian kita menjadi terpecah dan energi terbagi-bagi, sehingga kita sulit untuk mencapai hasil yang optimal pada setiap tujuan. Para ahli menyarankan agar kita membatasi jumlah tujuan kita antara 7 hingga 10. Dengan cara ini, kita dapat memberikan perhatian yang cukup pada setiap tujuan dan meningkatkan kemungkinan keberhasilan.

3. Tidak spesifik

Banyak di antara kita memiliki tujuan hidup yang samar dan tidak spesifik. Kita seringkali mengatakan hal-hal seperti "Aku ingin menulis buku" atau "Aku ingin memiliki hubungan yang lebih baik". Namun, tujuan-tujuan ini terlalu umum untuk memberikan arah yang jelas dalam hidup kita.

Pertanyaan seperti "Buku seperti apa yang ingin ditulis?" atau "Bagaimana aku bisa memperbaiki hubungan?" jauh lebih spesifik dan membantu kita untuk menyusun rencana yang konkret. Tanpa tujuan yang jelas, kita akan kesulitan memotivasi diri sendiri dan mencapai hasil yang diharapkan.

4. Tidak membuatnya terukur

Memiliki tujuan menjadi langkah pertama menuju kesuksesan, namun tujuan yang baik haruslah spesifik dan terukur. Tujuan yang terlalu umum, seperti menjadi lebih sehat atau menjadi lebih kaya, tidak memberikan kita gambaran yang jelas tentang apa yang harus kita lakukan untuk mencapainya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore