Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 7 Desember 2024 | 03.42 WIB

Orang yang Tumbuh di Tengah Keluarga yang Religius, Biasanya Memiliki 8 Kebiasaan Ini

Ilustrasi orang tumbuh di tengah keluarga yang religius. - Image

Ilustrasi orang tumbuh di tengah keluarga yang religius.

JawaPos.com - Berada atau tumbuh di tengah keluarga yang religius, selalu terlihat menyejukkan dan menenangkan. Aura positif ini terpancar dalam dirinya dan tertular pada orang sekitar.

Mengutip dari laman Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara, bahwa salah satu faktor yang membuat keluarga harmonis adalah agama atau religiusitas. Keyakinan dan praktik keagamaan akan membantu keluarga menerima dan mengatasi masalah.

Menurut Degenova, dalam keluarga yang religius setidaknya ada beberapa kegiatan yang mampu mencegah perceraian, seperti beribadah, berdoa, serta memahami kitab suci agar bisa mempraktikkannya ke kehidupan sehari-hari.

Melansir dari laman Baseline Mag pada (06/12) orang yang tumbuh di tengah keluarga yang religius, biasanya memiliki 8 kebiasaan indah ini :

1. Menekankan moralitas dan nilai-nilai

Tumbuh dalam keluarga yang religius sering kali berarti diajari tentang kode etik, prinsip moral, dan pentingnya menjadi orang baik. Ini dapat membentuk pandangan dunia dan perilakumu secara signifikan.

Misalnya, kamu mungkin diajari untuk selalu mengatakan kebenaran, bersikap baik kepada orang lain, atau membantu mereka yang membutuhkan. Pelajaran-pelajaran ini kemungkinan besar sudah tertanam dalam diri sendiri sejak usia dini, serta menjadi bagian mendasar dari karaktermu.

Psikologi menyarankan bahwa pendidikan ini dapat menimbulkan rasa tanggung jawab dan komitmen yang kuat terhadap perilaku etis. Hal ini mungkin memengaruhi keputusan dalam hidup seperti soal hubungan hingga jalur karir yang dipilih.

2. Mempertanyakan iman dan doktrin

Meski tampak berlawanan, tumbuh dalam keluarga yang religius sering kali menimbulkan pertanyaan mendalam tentang iman dan doktrin agama. Dikelilingi oleh keyakinan agama yang kuat sejak usia dini, kemungkinan besar memiliki pemahaman mendalam tentang keyakinan keluarga.

Tapi keakraban ini juga dapat membuat kamu mempertanyakan dan mengkaji secara kritis keyakinan tersebut. Ini belum tentu merupakan penolakan terhadap keyakinan, tapi merupakan proses eksplorasi dan pemahaman pribadi.

Para psikolog mengatakan bahwa hal ini normal dan dapat membawa kita pada pemahaman keimanan yang lebih matang dan bernuansa.

3. Mencari komunitas dan rasa memiliki

Salah satu kebiasaan paling menonjol dari orang-orang yang tumbuh dalam keluarga yang religius adalah kecenderungan terhadap komunitas dan rasa memiliki.

Dalam lingkungan keagamaan, rasa kebersamaan yang kuat sering kali dipupuk. Doa berkelompok yang teratur, ritual bersama, dan kegiatan mengabdi kepada masyarakat adalah ciri umum praktiknya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore