
Ilustrasi orang tumbuh di tengah keluarga yang religius.
JawaPos.com - Berada atau tumbuh di tengah keluarga yang religius, selalu terlihat menyejukkan dan menenangkan. Aura positif ini terpancar dalam dirinya dan tertular pada orang sekitar.
Mengutip dari laman Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara, bahwa salah satu faktor yang membuat keluarga harmonis adalah agama atau religiusitas. Keyakinan dan praktik keagamaan akan membantu keluarga menerima dan mengatasi masalah.
Menurut Degenova, dalam keluarga yang religius setidaknya ada beberapa kegiatan yang mampu mencegah perceraian, seperti beribadah, berdoa, serta memahami kitab suci agar bisa mempraktikkannya ke kehidupan sehari-hari.
Melansir dari laman Baseline Mag pada (06/12) orang yang tumbuh di tengah keluarga yang religius, biasanya memiliki 8 kebiasaan indah ini :
1. Menekankan moralitas dan nilai-nilai
Tumbuh dalam keluarga yang religius sering kali berarti diajari tentang kode etik, prinsip moral, dan pentingnya menjadi orang baik. Ini dapat membentuk pandangan dunia dan perilakumu secara signifikan.
Misalnya, kamu mungkin diajari untuk selalu mengatakan kebenaran, bersikap baik kepada orang lain, atau membantu mereka yang membutuhkan. Pelajaran-pelajaran ini kemungkinan besar sudah tertanam dalam diri sendiri sejak usia dini, serta menjadi bagian mendasar dari karaktermu.
Psikologi menyarankan bahwa pendidikan ini dapat menimbulkan rasa tanggung jawab dan komitmen yang kuat terhadap perilaku etis. Hal ini mungkin memengaruhi keputusan dalam hidup seperti soal hubungan hingga jalur karir yang dipilih.
2. Mempertanyakan iman dan doktrin
Meski tampak berlawanan, tumbuh dalam keluarga yang religius sering kali menimbulkan pertanyaan mendalam tentang iman dan doktrin agama. Dikelilingi oleh keyakinan agama yang kuat sejak usia dini, kemungkinan besar memiliki pemahaman mendalam tentang keyakinan keluarga.
Tapi keakraban ini juga dapat membuat kamu mempertanyakan dan mengkaji secara kritis keyakinan tersebut. Ini belum tentu merupakan penolakan terhadap keyakinan, tapi merupakan proses eksplorasi dan pemahaman pribadi.
Para psikolog mengatakan bahwa hal ini normal dan dapat membawa kita pada pemahaman keimanan yang lebih matang dan bernuansa.
3. Mencari komunitas dan rasa memiliki
Salah satu kebiasaan paling menonjol dari orang-orang yang tumbuh dalam keluarga yang religius adalah kecenderungan terhadap komunitas dan rasa memiliki.
Dalam lingkungan keagamaan, rasa kebersamaan yang kuat sering kali dipupuk. Doa berkelompok yang teratur, ritual bersama, dan kegiatan mengabdi kepada masyarakat adalah ciri umum praktiknya.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
