Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Desember 2024 | 05.52 WIB

Menurut Psikologi Orang yang Tumbuh dengan Selalu Berpikir Kalau Dirinya adalah 'Orang Jelek' Memiliki 5 Ciri Khas ini

Ilustrasi 5 ciri khas dari orang yang tumbuh dengan selalu berpikir kalau dirinya adalah orang yang jelek. (Freepik/cookie_studio) - Image

Ilustrasi 5 ciri khas dari orang yang tumbuh dengan selalu berpikir kalau dirinya adalah orang yang jelek. (Freepik/cookie_studio)

JawaPos.com - Saat tumbuh dewasa, beberapa orang selalu merasa seperti orang yang aneh atau kerap disebut "itik buruk rupa". Perasaan yang tertanam sangat dalam ini memengaruhi hidupnya dengan cara yang tidak pernah dipahami sepenuhnya.

Namun, menurut psikologi, terdapat ciri-ciri unik yang dibawa oleh orang yang tumbuh besar dengan perasaan dianggap jelek ketika masih kecil. Persepsi ini akhirnya membentuk sebuah kepribadian, perilaku, dan hubungan ketika dewasa.

Dilansir dari Blogherald, ada 5 ciri khas dari orang yang tumbuh dengan selalu berpikir kalau dirinya adalah orang yang jelek.

1. Meningkatnya kepekaan

Salah satu ciri unik yang disoroti psikologi pada orang yang tumbuh dengan perasaan kalau dirinya jelek adalah meningkatnya kepekaan. Ini tidak selalu merupakan hal yang buruk, meskipun seringkali berawal dari masa-masa yang sulit.

Tumbuh dengan perasaan kurang menarik dibandingkan dengan orang lain dapat membuatnya lebih menyadari perasaan orang lain. Hal ini karena mereka pernah mengalami hal tersebut dan tahu bagaimana rasanya dikucilkan atau diabaikan.

Meningkatnya kepekaan ini mungkin berarti mereka jadi lebih peka terhadap kebutuhan dan emosi orang lain. Mereka mungkin adalah orang yang selalu tahu ketika seseorang sedang mengalami hal buruk atau orang yang dapat mengetahui ketika seseorang hanya perlu bicara.

2. Ketahanan yang kuat

Sifat lain yang sering dikembangkan oleh mereka yang tumbuh dengan perasaan 'jelek' adalah ketahanan yang luar biasa. Ada kutipan dari psikolog terkenal Carl Rogers: "Kehidupan yang baik adalah sebuah proses, bukan sebuah keadaan. Itu adalah sebuah arah, bukan tujuan."

Tumbuh dengan perasaan jelek sering berarti berhadapan dengan penolakan dan kekecewaan yang bisa jadi sangat sulit. Namun, pengalaman ini akan memberi mereka kesempatan untuk mengembangkan ketahanan untuk belajar bangkit setelah terjatuh dan terus maju.

3. Kesadaran diri yang mendalam

Tumbuh dengan perasaan yang menganggap dirinya jelek seringkali mengarah pada perjalanan menuju kesadaran diri yang lebih dalam. Mereka yang tumbuh dengan perasaan 'jelek' ini mungkin telah memulai perjalanan kesadaran diri ini lebih awal dari kebanyakan orang.

Mereka tahu bagaimana pikiran dan perasaannya membentuk perilaku dan bagaimana memahami diri sendiri untuk dapat menghasilkan pertumbuhan dan peningkatan pribadi. Kesadaran ini bagaikan pedang bermata dua.

Kesadaran seringkali muncul dari rasa mengkritik diri sendiri dan ketidakpuasan. Namun, hal ini juga mengidentifikasi minat, memahami motivasi diri, dan mengarahkan hidup ke arah yang lebih tepat.

4. Keaslian dan empati

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore