Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Desember 2024 | 04.05 WIB

Awas Jadi Korban Manipulasi: Inilah 12 Kalimat Gaslighting yang Sering Diucapkan Para Manipulator untuk Mengontrol Seseorang

Ilustrasi pelaku manipulator yang melakukan Gaslighting (freepik) - Image

Ilustrasi pelaku manipulator yang melakukan Gaslighting (freepik)

JawaPos.com - Gaslighting adalah salah satu bentuk manipulasi psikologis yang sering kali tidak disadari oleh korban hingga terlambat.

Dalam hubungan, baik itu romantis, persahabatan, atau pekerjaan, pelaku gaslighting menggunakan teknik ini untuk mengaburkan kenyataan, mengontrol emosi, dan membuat korban meragukan diri sendiri.

Taktik ini sangat berbahaya karena secara perlahan merusak rasa percaya diri dan kemandirian korban. Dalam banyak kasus, gaslighting bahkan dapat menyebabkan trauma jangka panjang.

Pelaku gaslighting sering kali menggunakan kata-kata atau frasa yang terdengar biasa, tetapi memiliki tujuan tersembunyi untuk memanipulasi korban. Frasa-frasa ini dirancang untuk membuat korban merasa bersalah, bingung, atau bahkan gila.

Dilansir dari kanal YouTube Brainy Dose, Senin (01/12), berikut adalah 12 kalimat gaslighting yang sering digunakan pelaku manipulasi beserta penjelasannya:

1. "Itu Salahmu."
Pelaku gaslighting sangat buruk dalam mengambil tanggung jawab. Apa pun yang terjadi, bahkan ketika jelas mereka yang salah, mereka akan selalu menyalahkan korban. Mereka membuat korban merasa bertanggung jawab atas segala hal, termasuk perasaan mereka sendiri. Dengan cara ini, pelaku memutarbalikkan kenyataan sehingga korban merasa bersalah dan tunduk pada kontrol mereka.

2. "Aku tidak marah. Kamu bicara apa sih?"
Ketika pelaku sedang kesal, mereka sering menggunakan agresi pasif atau "silent treatment" sebagai bentuk hukuman. Namun, jika ditanya apa yang salah, mereka akan berpura-pura tidak tahu apa yang dibicarakan korban. Hal ini membuat korban meragukan perasaan dan pengamatan mereka sendiri.

3. "Menurutku, kamu butuh bantuan."
Frasa ini terdengar seperti perhatian, tetapi sebenarnya digunakan untuk merendahkan korban. Pelaku membuat korban merasa bahwa ada yang salah dengan mereka, sehingga korban mulai mempertanyakan diri sendiri. Tujuan sebenarnya adalah untuk mengalihkan perhatian dari perilaku buruk pelaku.

4. "Kamu cuma mengada-ada!"
Kalimat ini menyerang ingatan dan persepsi korban. Dengan mengatakan bahwa korban salah memahami atau mengada-ada, pelaku membuat korban kehilangan kepercayaan pada ingatan mereka sendiri.

5. "Kamu salah mengartikan maksudku."
Pelaku gaslighting sering menghindari tanggung jawab dengan mengklaim bahwa korban salah paham. Mereka menggunakan alasan ini untuk menghindari permintaan maaf atau tanggung jawab atas tindakan mereka.

6. "Kamu selalu terlalu memikirkan segalanya."
Frasa ini sering digunakan untuk menghentikan korban dari mempertanyakan perilaku pelaku. Pelaku ingin memastikan korban berhenti mengeksplorasi masalah dan menerima keadaan.

7. "Aku tidak pernah bilang atau melakukan itu. Ingatanmu buruk sekali."
Ini adalah salah satu bentuk gaslighting paling kejam. Pelaku membuat korban meragukan ingatan mereka, bahkan mungkin percaya pada cerita palsu yang diciptakan pelaku.

8. "Masalahnya bukan di aku, tapi di kamu."
Dengan mengatakan ini, pelaku mengalihkan perhatian dari kesalahan mereka ke korban. Hal ini menyerang harga diri korban dan membuat mereka merasa tidak layak mendapatkan cinta atau rasa hormat.

9. "Lupakan saja."
Kalimat ini adalah cara pelaku menghindari konflik dan resolusi masalah. Korban akhirnya merasa masalah mereka tidak dihargai dan memilih untuk diam.

10. "Kamu satu-satunya orang yang bermasalah denganku."

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore