Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 November 2024 | 23.33 WIB

Anak yang Tumbuh dengan Orang Tua yang Egois dan Narsistik, Akan Memiliki 8 Perilaku Ini Saat Dewasa

Ilustrasi orang tua egois dan narsistik (mindsightclinic) - Image

Ilustrasi orang tua egois dan narsistik (mindsightclinic)

JawaPos.com- Menikah dan memiliki anak tampaknya menjadi sebuah pilihan setiap orang.
Namun, banyak yang menikah dan memiliki anak, tapi masih memiliki perasaan egois yang tinggi. Selain itu, mereka juga cenderung narsistik.

Narsisis memiliki rasa penting diri yang tinggi, keinginan kuat untuk diperhatikan dan dikagumi, dan kecenderungan untuk tidak memiliki empati terhadap orang lain.

Perilaku mereka berpusat pada citra diri yang muluk-muluk, keasyikan dengan fantasi tentang kesuksesan atau kecantikan, dan keyakinan akan keunikan dan keunggulan mereka.

Dilansir dari laman heatherhayes.com oleh JawaPos.com, Sabtu (30/11), anak yang tumbuh oleh orang tua yang egois dan narsistik mereka akan memiliki 7 perilaku ini saat dewasa:

  1.   Internalized Gaslighting
Anak akan sering meragukan harga diri, bakat, dan keberhasilan mereka sendiri karena terus-menerus diremehkan dan dimanipulasi selama masa kanak-kanak. Hal ini menumbuhkan sindrom penipu bahkan di masa dewasa.

  2.   Menyalahkan Diri Sendiri secara Kronis
Baik secara terang-terangan kasar atau lalai secara emosional, orang tua egois dan narsis membuat anak-anak mereka memendam rasa bersalah.

Itu mengakibatkan anak yang sudah dewasa menanggung beban kesalahan yang tidak perlu, bahkan dalam situasi yang bukan kesalahan mereka, demi menjaga keharmonisan keluarga.

  3.   Keragu-raguan dan Rasa Bersalah
Anak-anak dewasa dari orang tua egois dan narsisi kesulitan membuat keputusan atau memprioritaskan kebutuhan mereka.

Itu disebabkan rasa bersalah yang mengakar karena mendahulukan diri mereka sendiri.

  4.   Dilema Cinta dan Kesetiaan
Anak-anak dewasa bergulat dengan rasa bersalah, merasa sulit menjauhkan diri dari orang tua mereka yang narsis, dan sering kali menjalin hubungan dengan pasangan yang narsis karena keakraban mereka dengan cinta bersyarat.

  5.   Kekuatan dan Ketahanan
Meskipun mengalami masa kecil yang penuh tantangan, banyak anak dewasa dari seorang egois dan narsisis menunjukkan ketahanan, kasih sayang, dan kemampuan untuk membentuk hubungan yang sehat, yang menunjukkan potensi untuk pemulihan dan pertumbuhan pribadi.

  6.   Gema dan Kewaspadaan Emosional
Tumbuh bersama orangtua egois dan narsis, anak-anak dewasa belajar meminimalkan kehadiran dan emosi mereka, menghindari pemicu ledakan emosi orangtua, mengadopsi perilaku menyenangkan orang lain, dan takut mengekspresikan emosi.

  7.   Masalah Keterikatan yang Tidak Aman dan Kepercayaan
Pola asuh yang egois dan narsistik menyebabkan keterikatan yang tidak aman, yang menghambat perkembangan dasar emosional yang aman.

Itu juga menyebabkan anak-anak dewasa kesulitan untuk percaya dan menjadi terlalu mandiri atau terlalu bergantung pada orang lain.

  8.   Peran Anak dan Pengasuhan
Anak-anak dari seorang yang egois dan narsisis tumbuh dengan mengurus emosi dan kebutuhan orang tua mereka, membentuk kehidupan dewasa mereka dengan menyenangkan dan merawat orang lain.

Dan sering kali mereka menekuni profesi yang membantu untuk melestarikan peran pengasuhan ini.
 
***
 
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore