
Ilustrasi people pleaser. (Yan Krukau/pexels.com)
JawaPos.com - Orang yang mempunyai perilaku people pleaser cenderung mengutamakan kebutuhan orang lain dibandingkan kebutuhan mereka sendiri. Mereka sangat peka terhadap perasaan orang lain dan sering dianggap ramah, suka menolong, dan baik hati.
Sayangnya, orang yang cenderung menyenangkan orang lain biasanya akan mengalami kesulitan dalam membela diri, di mana kondisi ini dapat menimbulkan pola pengorbanan diri atau pengabaian terhadap kebutuhan pribadi yang merugikan.
Kebiasaan menyenangkan orang lain berhubungan dengan sifat kepribadian yang disebut sosiotropi, yaitu kecenderungan mengutamakan persetujuan orang lain demi menjaga hubungan, meski itu berarti mengorbankan kebutuhan atau perasaan diri sendiri. Dikutip dari verywellmind.com, berikut beberapa penyebab seseorang menjadi people pleaser.
1. Harga diri yang rendah
Harga diri yang rendah biasanya menjadi salah satu faktor pendorong utama bagi seseorang memiliki sikap yang people pleaser, sebab mereka cenderung mengabaikan kebutuhan dan keinginan mereka sendiri. Sehingga mereka justru fokus dengan kebutuhan orang lain.
Ketika seseorang merasa kurang percaya diri, mereka mungkin merasa bahwa mereka tidak cukup berharga atau layak, sehingga mereka mencari validasi dan pengakuan dari orang lain. Mereka pun menjadi berpikir harus selalu berusaha memenuhi harapan orang lain dan berbuat baik untuk mereka.
Dengan melakukan tindakan tersebut, mereka berharap mendapatkan persetujuan dan rasa diterima yang mereka butuhkan. Keinginan memperoleh pengakuan ini seringkali membuat mereka mengutamakan kebahagiaan orang lain, meski itu berarti mengabaikan kebahagiaan atau kepentingan pribadi mereka.
2. Rasa tidak aman
Dalam beberapa situasi, seseorang mungkin merasa terdorong guna menyenangkan orang lain sebab rasa takut atau kekhawatiran bahwa orang tersebut tidak akan menyukai mereka apabila mereka tidak berusaha keras untuk memenuhi keinginan atau harapan mereka.
Ketakutan ini sering muncul dari perasaan tidak aman atau kecemasan sosial, di mana seseorang merasa bahwa hubungan mereka dengan orang lain bergantung pada seberapa banyak mereka berupaya demi membuat orang tersebut merasa bahagia atau puas.
Mereka mungkin merasa bahwa jika mereka tidak terus berusaha dalam menyenangkan orang lain, mereka akan kehilangan perhatian atau bahkan dihukum dengan penolakan, di mana kondisi ini dapat memperburuk rasa tidak diterima atau tidak dihargai.
3. Perfeksionis
Terkadang, seseorang merasa dorongan kuat untuk mencapai kesempurnaan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam cara mereka memandang dan mengatur perasaan, pemikiran, atau penilaian orang lain terhadap situasi tertentu.
Keinginan agar segala sesuatunya menjadi sempurna ini biasanya melibatkan usaha dalam memenuhi ekspektasi orang lain, dengan tujuan memastikan bahwa orang-orang di sekitar mereka merasa senang, puas, atau bahkan terkesan dengan tindakan dan perilaku yang mereka tunjukkan.
Orang dengan kecenderungan ini sering merasa bahwa apabila mereka tidak bisa mengendalikan cara orang lain berpikir atau merasakan, hubungan mereka dapat terganggu atau sesuatu yang buruk akan terjadi. Keinginan akan kesempurnaan ini membuat mereka terus berupaya menyenangkan orang lain, walau itu berarti mengabaikan kebutuhan dan perasaan mereka sendiri.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
