JawaPos.com - Terkadang, orang-orang yang tampak baik di permukaan menyembunyikan niat yang tidak begitu baik.
Kita semua pernah mengalaminya, terpesona oleh seseorang yang tampak sangat baik, hanya untuk menyadari bahwa mereka ternyata tidak begitu baik.
Psikologi memberi kita beberapa alat praktis untuk mengenali serigala berbulu domba. Ia mengungkap tanda-tanda tertentu yang menunjukkan bahwa seseorang mungkin bukan orang sebaik yang terlihat.
Dalam artikel yang dikutip dari
geediting.com, Minggu (24/11) ini, kita akan membahas 5 tanda tersebut. Mari kita mulai!
1. Mereka ahli dalam manipulasi
Dalam dunia psikologi, manipulasi sering kali menjadi tanda bahaya. Kita semua tahu tipe orang seperti itu. Mereka menawan, persuasif, dan tampaknya selalu berhasil. Namun, di balik kedok ramah itu, ada agenda tersembunyi.
Orang yang manipulatif adalah ahli dalam memengaruhi orang lain agar menuruti keinginannya.
Mereka tahu persis apa yang harus dikatakan dan bagaimana bertindak untuk membuat orang lain melakukan apa yang mereka inginkan.
Dan mereka akan menggunakan rasa bersalah, sanjungan, dan bahkan rasa takut untuk mencapai tujuan mereka.
2. Mereka hanya muncul ketika mereka membutuhkan sesuatu
Orang yang benar-benar baik menghargai hubungan mereka dan tidak memperlakukan teman-teman mereka seperti alat yang bisa digunakan dan dibuang.
3. Mereka senang bergosip
Bergosip mungkin tampak seperti hobi yang tidak berbahaya, tetapi sebenarnya bergosip dapat menunjukkan kelemahan karakter yang lebih dalam.
Bila seseorang senang berbagi rumor dan spekulasi terkini, itu menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap privasi orang lain.
Perilaku seperti ini sering kali dapat menutupi rasa tidak aman, karena mereka mencoba meningkatkan status mereka sendiri dengan meremehkan orang lain.
Orang yang suka bergosip biasanya memiliki tingkat agresi yang tinggi dan kecenderungan untuk memanipulasi.
Mereka menggunakan gosip sebagai senjata sosial untuk mengucilkan orang lain sambil menciptakan aliansi.
Bila Anda mendengar seseorang terus-menerus menjelek-jelekkan orang lain, anggap saja itu pertanda. Di balik obrolan ramah itu, bisa jadi dia sebenarnya tidak sebaik yang terlihat.
4. Mereka jarang menunjukkan rasa terima kasih
Rasa terima kasih lebih dari sekadar sopan santun; itu adalah jendela karakter seseorang.
Orang baik memahami pentingnya mengungkapkan rasa terima kasih. Baik untuk bantuan kecil atau tindakan besar, mereka cepat menunjukkan rasa terima kasih. Itu adalah bentuk pengakuan atas usaha yang dilakukan orang lain untuk mereka.
Di sisi lain, orang yang jarang menunjukkan rasa terima kasih mungkin menganggap remeh orang lain.
Mereka mungkin terlalu fokus pada kebutuhan dan keinginan mereka sendiri sehingga mengabaikan kebaikan yang diberikan kepada mereka.
5. Mereka terus-menerus berperan sebagai korban
Kita semua menghadapi tantangan dan kesulitan. Namun, ada perbedaan antara menghadapi kesulitan dan terus-menerus berperan sebagai korban.
Beberapa orang punya bakat memutarbalikkan situasi untuk membuat diri mereka tampak tidak bersalah, meskipun jelas mereka tidak bersalah.
Mereka menghindari tanggung jawab dan menyalahkan orang lain atas kemalangan mereka.
Menjadi korban terus-menerus bukanlah tanda orang baik. Sebaliknya, ini menunjukkan keengganan untuk bertanggung jawab atas tindakan mereka.
***